Sejumlah pedagang UMKM di Kabupaten Cirebon mengaku belum terlibat dalam program pemerintah. Padahal berbagai pelatihan dan pendampingan telah disediakan untuk mendorong pengembangan usaha.
Program pelatihan dan pengembangan bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah, UMKM terus digencarkan pemerintah daerah. Namun di lapangan, masih ada yang belum terjangkau program tersebut.
Maula, pedagang kue di Pasar Kue Weru, mengaku pernah mendengar sosialisasi terkait program dari Dinas Koperasi dan UKM. Namun dirinya belum pernah terlibat secara langsung.
Baca Juga:Pelantikan Pejabat Tanpa Dihadiri Wakil Walikota – VideoLomba Parodi Musik Orkestra Dari Barang Bekas – Video
Keterbatasan waktu menjadi salah satu alasan utama. Setiap hari, ia harus memproduksi dan menjual kue, sehingga sulit meninggalkan usaha untuk mengikuti pelatihan.
Selain itu, ia menilai sebagian program masih terkesan formalitas dan belum menyentuh kebutuhan nyata pelaku usaha kecil.
Di sisi lain, Maula mengaku masih membutuhkan dukungan pemerintah, terutama dalam menekan harga bahan baku dan kemasan yang terus meningkat. Kondisi ini menjadi catatan, bahwa program pemberdayaan UMKM perlu lebih inklusif dan mudah diakses, agar dapat menjangkau pelaku usaha di level akar rumput.
Dengan pendekatan yang lebih fleksibel, diharapkan semakin banyak UMKM yang terlibat dan mendapatkan manfaat nyata dari program pemerintah.