Kontribusi Besar Zanadin Fariz Pudar di Akhir: Assist Brilian dan Kartu Merah yang Jadi Sorotan

Timnas Indonesia U-22
Zanadin Fariz mendapat kartu merah pada laga Timnas Indonesia U-22 kontra Myanmar U-22 di SEA Games 2025. Foto : Instagram pribadi @zanadinfariz
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Penampilan Zanadin Fariz pada laga Timnas Indonesia U-22 kontra Myanmar U-22 di SEA Games 2025 menjadi salah satu sorotan utama. Gelandang muda milik Persis Solo itu tampil cukup menonjol setelah masuk dari bangku cadangan dan menjadi kreator lahirnya gol kedua Indonesia. Namun, kontribusi apiknya harus ternoda oleh kartu merah yang diterimanya di penghujung pertandingan.

Masuk pada babak kedua untuk menambah tenaga di lini tengah, Zanadin langsung menunjukkan pengaruh besar. Ia bermain lebih berani dalam membawa bola dan mengalirkan serangan, membuat ritme permainan Indonesia semakin hidup. Salah satu momen pentingnya tercipta pada proses gol kedua Garuda Muda.

Berawal dari visi permainan yang tajam, Zanadin melepaskan umpan panjang presisi ke dalam kotak penalti Myanmar. Bola tersebut kemudian disambut Muhammad Ferarri yang mengarahkannya menjadi assist untuk Jens Raven. Gol tersebut membawa Indonesia kembali unggul dan sempat membuka harapan untuk mengejar selisih gol yang dibutuhkan demi lolos ke semifinal.

Baca Juga:Statistik Apik dan Performa Konsisten, Jay Idzes Makin Menggoda AC MilanPrediksi AC Milan vs Sassuolo: Rossoneri Incar Kemenangan, Neroverdi Siap Beri Kejutan

Kontribusi Zanadin tidak berhenti di situ. Ia membantu memperkuat lini tengah dengan intensitas tinggi dalam perebutan bola. Keberaniannya melakukan duel dan kreativitasnya dalam membangun serangan menjadi salah satu faktor meningkatnya tekanan Indonesia ke pertahanan Myanmar sepanjang babak kedua.

Namun, performanya yang menjanjikan berubah drastis setelah insiden di menit-menit akhir. Ketika wasit meniup peluit panjang dalam situasi Indonesia tengah membangun serangan, beberapa pemain Garuda Muda langsung melayangkan protes keras. Zanadin termasuk salah satu yang paling emosional, hingga akhirnya wasit memberikan kartu kuning.

Sayangnya, kartu tersebut merupakan yang kedua bagi dirinya dalam laga tersebut. Akibatnya, gelandang berusia 19 tahun itu harus menerima kartu merah. Keputusan wasit memicu ketegangan baru di lapangan, dan suasana pertandingan yang sebelumnya sudah panas menjadi semakin kacau.

Meski insiden itu tidak sampai berbuntut panjang, kartu merah Zanadin tetap menjadi catatan penting. Banyak pihak menilai kontribusinya selama pertandingan sangat besar, namun emosi yang tak terkendali membuat penampilannya berakhir kurang ideal.

Pertandingan akhirnya ditutup dengan kemenangan 3-1 untuk Indonesia. Namun selisih gol tersebut tidak cukup untuk membawa Garuda Muda lolos ke semifinal. Di balik kegagalan kolektif tersebut, performa Zanadin Fariz tetap menjadi dualitas yang kontras membantu menciptakan gol penting, tetapi juga meninggalkan lapangan lebih cepat akibat temperamen yang memuncak.

0 Komentar