SEA Games 2025: Membanggakan! Tanpa Dukungan Dana Maksimal, Jetski Indonesia Tetap Pertahankan Emas

Aero Sutan Aswar raih emas di jetski SEA Games 2025
Aero Sutan Aswar kembali mempersembahkan medali emas untuk Indonesia dari cabang jetski SEA Games 2025, meski keterbatasan dukungan dana dan fasilitas. (Dok. SEA Games 2025)
0 Komentar

RADARCIREBON TV – Tim jetski Indonesia kembali menorehkan prestasi membanggakan di ajang SEA Games 2025 Thailand. Di tengah keterbatasan dukungan anggaran dan minimnya fasilitas, Aero Sutan Aswar berhasil mempertahankan medali emas pada nomor Endurance Open, membuktikan bahwa kualitas atlet Indonesia tetap mampu bersaing di level tertinggi Asia Tenggara.

Balapan jetski yang digelar di perairan Pattaya tersebut berlangsung sangat ketat. Aero mencatatkan total 1.132 poin, unggul hanya dua poin dari pembalap tuan rumah Tapatarawat Joesonnusont yang harus puas dengan medali perak dengan raihan 1.130 poin. Sementara itu, posisi ketiga ditempati atlet Filipina Manglicmot Sabino Czariv dengan 1.096 poin.

Keberhasilan Aero menjadi semakin istimewa karena diraih dalam kondisi jauh dari ideal. Ia dan rekan-rekannya harus bertanding tanpa dukungan jetski balap pribadi, sesuatu yang lazim dimiliki atlet elite pada kompetisi internasional.

Baca Juga:Update Hasil SEA Games 2025: Emas Renang Terbuka Lebar! Felix Farrel Tercepat, 9 Wakil Indonesia Lolos FinalMesin Emas SEA Games 2025! Atletik Indonesia Borong 7 Emas, Pecah Rekor dan Lampaui Target Lebih Cepat

Dominasi Aero, Ulangan Emas SEA Games 2023

Emas yang diraih Aero Sutan Aswar di SEA Games 2025 sekaligus menegaskan konsistensinya sebagai salah satu atlet jetski terbaik Indonesia. Sebelumnya, Aero juga merebut emas pada SEA Games 2023 Kamboja, juga dari nomor Endurance Runabout Open.

Keberhasilan mempertahankan gelar ini menjadi bukti bahwa performa Aero bukan sekadar hasil kebetulan, melainkan buah dari pengalaman, teknik, dan mental juara yang teruji di lintasan balap.

Aqsa Sutan Aswar Gagal Emas Akibat Masalah Teknis

Sementara itu, hasil berbeda dialami Aqsa Sutan Aswar. Atlet jetski Indonesia tersebut harus puas dengan medali perunggu pada nomor Runabout Stock. Padahal, Aqsa sempat berada dalam posisi ideal untuk bersaing memperebutkan emas.

Namun, masalah teknis menjadi penghambat utama. Jetski yang digunakannya mengalami mati mesin dua kali pada moto terakhir, menyebabkan perolehan poin Aqsa anjlok dan menggagalkan peluang naik ke podium tertinggi.

Kendala Dana: Atlet Harus Sewa Jetski di Pattaya

Masalah teknis yang dialami Aqsa tidak bisa dilepaskan dari persoalan yang lebih besar: keterbatasan anggaran cabang olahraga jetski. Berbeda dengan cabang-cabang unggulan lain, tim jetski Indonesia tidak membawa jetski balap pribadi ke Thailand.

Sebagai gantinya, para atlet harus menggunakan jetski sewaan di Pattaya, dengan biaya yang ditanggung secara mandiri. Kondisi ini terjadi karena tidak adanya dukungan dana pelatnas dari Kemenpora, termasuk untuk pengiriman alat balap dan logistik pendukung.

0 Komentar