RADARCIREBON.TV – Setelah perjuangan yang penuh tantangan di SEA Games 2025 Thailand, Timnas Voli Putri Indonesia masih berpeluang menutup turnamen dengan catatan prestasi yang membanggakan. Meskipun gagal mencapai babak final setelah kalah dari tuan rumah Thailand pada semifinal, skuad Merah Putih kini memiliki kesempatan terakhir untuk meraih medali perunggu ketika mereka dijadwalkan berjumpa dengan Filipina di pertandingan bronze medal match yang digelar pada Senin (15/12/2025) di Hua Mak Indoor Stadium, Bangkok.
Semifinal melawan Thailand berakhir dengan kekalahan terukur bagi Indonesia. Thailand menang dalam tiga set langsung (25-15, 25-21, 25-15), menunjukkan superioritas mereka di berbagai aspek permainan, termasuk placement bola dan konsistensi dalam tekanan di momen-momen krusial. Meskipun awalnya Indonesia sempat tampil kompetitif, tim lawan akhirnya mampu mengendalikan ritme pertandingan sejak set pertama hingga set ketiga.
Pertandingan Penentu Emas Perunggu
Pertandingan melawan Filipina menjadi kesempatan terakhir bagi Indonesia untuk tetap pulang dengan medali dari cabang voli putri di SEA Games 2025. Sebelumnya, Filipina juga mengalami kekalahan di fase semifinal dari Vietnam, sehingga keduanya akan saling berhadapan dalam laga perebutan posisi ketiga.
Baca Juga:Tim Wushu Indonesia Kembali Sumbang Dua Medali Emas di SEA Games 2025, Klasemen Medali Makin KuatIndonesia Cetak Sejarah di SEA Games 2025: Raih Emas Marathon & Jalan Cepat 20 km Atletik
Laga perebutan medali perunggu ini memiliki arti penting karena jika berhasil menang, Indonesia akan mempertahankan tradisi medali dari cabang voli putri pada SEA Games, sebuah prestasi yang turut menjadi sorotan publik olahraga nasional. Indonesia terakhir kali mendapatkan medali perunggu dalam edisi sebelumnya, jadi peluang merebut podium kembali menjadi motivasi kuat bagi para pemain.
Evaluasi & Jalannya Pertandingan Semifinal
Dalam pertandingan semifinal melawan Thailand, tim putri Indonesia sempat memperlihatkan semangat juang tinggi namun kalah di kualitas permainan secara keseluruhan. Thailand, yang unggul materi pemain di liga internasional dan pengalaman bertanding, memperlihatkan dominasi lewat kombinasi serangan dan pertahanan yang terstruktur. Meski Indonesia kalah, hasil tersebut menjadi bahan evaluasi penting bagi pelatih dan pemain menjelang final perebutan perunggu.
Evaluasi utamanya akan difokuskan pada perbaikan serve-receive, koordinasi blok, serta komunikasi tim saat menghadapi tekanan lawan. Ini menjadi kunci agar Indonesia mampu tampil lebih efektif di laga penentu melawan Filipina.
