RADARCIREBON.TV- Barcelona tengah memasuki fase transisi penting di bawah kepemimpinan pelatih anyar, Hansi Flick.
Meski sejumlah aspek permainan mulai menunjukkan perkembangan positif, Flick secara terbuka memberi sinyal bahwa skuad Blaugrana masih memiliki satu kelemahan mendasar, kedalaman lini pertahanan. Pernyataan tersebut langsung memantik diskusi luas, terutama terkait kebutuhan Barcelona untuk mendatangkan bek tambahan demi menjaga stabilitas tim sepanjang musim.
Bagi Flick, membangun tim kompetitif tidak hanya soal gaya bermain menyerang yang atraktif, tetapi juga soal keseimbangan dan ketahanan di belakang. Dalam konteks inilah, kebutuhan akan bek baru dinilai bukan sebagai keinginan, melainkan kebutuhan strategis.
Baca Juga:Bangkit dari Titik Terendah: 5 Pemain Sepak Bola Dunia yang Menolak Menyerah Meski Dihantam Cedera ParahDuel Gaya Bermain Berbeda di Amex Stadium: Brighton Siap Menguji Mental Burnley pada Pekan ke-20 Premier Leagu
Filosofi Flick dan Pentingnya Lini Pertahanan
Hansi Flick dikenal sebagai pelatih yang menuntut intensitas tinggi, pressing agresif, dan garis pertahanan yang berani bermain tinggi. Filosofi ini pernah sukses besar bersamanya, tetapi juga membutuhkan pemain bertahan dengan profil tertentu: cepat, disiplin, kuat dalam duel, serta cerdas membaca permainan.
Di Barcelona, Flick mewarisi skuad dengan sejumlah bek berkualitas, namun belum sepenuhnya ideal untuk menjalankan sistemnya secara konsisten. Beberapa pemain memiliki kualitas teknis mumpuni, tetapi faktor kebugaran, inkonsistensi, serta minimnya opsi cadangan kerap menjadi persoalan.
Dalam beberapa kesempatan, Flick menegaskan bahwa kompetisi panjang seperti La Liga dan Liga Champions menuntut rotasi yang sehat. Tanpa kedalaman skuad yang cukup, risiko penurunan performa akan sulit dihindari.
Masalah Cedera dan Minimnya Opsi Rotasi
Salah satu alasan utama Barcelona membutuhkan bek tambahan adalah rekam jejak cedera di lini belakang. Dalam beberapa musim terakhir, Blaugrana kerap kehilangan pemain bertahan di momen-momen krusial, memaksa pelatih melakukan improvisasi yang tidak ideal.
Ketika bek utama absen, Barcelona sering kali harus mengorbankan keseimbangan taktik, baik dengan menggeser pemain dari posisi aslinya maupun menurunkan pemain muda yang belum sepenuhnya matang. Situasi ini menjadi perhatian serius bagi Flick, yang menginginkan stabilitas sejak awal musim.
Menurut pandangan pelatih asal Jerman tersebut, satu atau dua bek tambahan akan memberikan fleksibilitas lebih besar, terutama saat menghadapi jadwal padat dan laga-laga berintensitas tinggi.
