Nasi Porang Disebut Solusi Baru Turunkan Berat Badan, Seberapa Efektif?

Diet
Porang (Amorphophallus muelleri) merupakan tanaman umbi yang banyak tumbuh di berbagai wilayah Indonesia. Foto: Halodoc/tangkap layar - radarcirebon.tv
0 Komentar

RADARCIREBON.TV- Dalam beberapa tahun terakhir, nama porang semakin sering terdengar di tengah masyarakat Indonesia.

Tanaman umbi-umbian yang dahulu kurang populer ini kini justru menjadi sorotan, terutama setelah diolah menjadi produk pangan alternatif seperti mi shirataki dan nasi porang. Di tengah meningkatnya kesadaran akan pola makan sehat dan kebutuhan menekan angka obesitas, nasi porang disebut-sebut sebagai solusi diet yang menjanjikan. Namun, seberapa efektif nasi porang sebagai pengganti nasi konvensional?

Nasi Porang Disebut Solusi Baru Turunkan Berat Badan, Seberapa Efektif?

Porang (Amorphophallus muelleri) merupakan tanaman umbi yang banyak tumbuh di berbagai wilayah Indonesia. Umbi porang kaya akan glukomanan, sejenis serat larut air yang memiliki kemampuan menyerap air hingga berkali-kali lipat dari beratnya. Kandungan inilah yang menjadi daya tarik utama porang dalam dunia diet dan kesehatan. Glukomanan diketahui dapat memberikan rasa kenyang lebih lama, sehingga membantu mengontrol asupan kalori harian.

Baca Juga:Arsenal Terjungkal di Emirates: Saat Momentum Dua Kali Gagal Dimaksimalkan, Peluang Gelar Kian TergadaiDerby Penuh Gengsi, Adu Otak dan Mental: Saat Thom Haye dan Jordi Amat Jadi Pusat Perang Persib vs Persija

Nasi porang sendiri bukanlah nasi dalam arti konvensional. Produk ini biasanya dibuat dari tepung porang yang diolah sedemikian rupa hingga menyerupai butiran nasi. Secara tampilan, nasi porang mirip dengan nasi putih, meskipun teksturnya cenderung lebih kenyal dan sedikit transparan. Keunggulan utama nasi porang terletak pada kandungan kalorinya yang sangat rendah jika dibandingkan dengan nasi beras.

Sejumlah produsen mengklaim bahwa satu porsi nasi porang hanya mengandung sebagian kecil kalori dari nasi putih biasa. Hal ini menjadikannya pilihan menarik bagi mereka yang sedang menjalani program penurunan berat badan, penderita diabetes, atau individu yang ingin mengontrol kadar gula darah. Kandungan karbohidrat nasi porang juga relatif rendah karena sebagian besar komposisinya adalah serat.

Dari sudut pandang ahli gizi, nasi porang memang memiliki potensi sebagai makanan pendukung diet. Serat glukomanan yang tinggi dapat membantu memperlambat pengosongan lambung dan menekan rasa lapar. Selain itu, konsumsi serat yang cukup juga berperan dalam menjaga kesehatan pencernaan dan membantu mengontrol kadar kolesterol dalam darah.

Meski demikian, para pakar mengingatkan bahwa nasi porang bukanlah “makanan ajaib” yang secara otomatis menurunkan berat badan. Efektivitasnya sangat bergantung pada pola makan secara keseluruhan dan gaya hidup yang dijalani. Mengonsumsi nasi porang namun tetap mengonsumsi lauk tinggi lemak dan gula secara berlebihan tetap berpotensi menggagalkan program diet.

0 Komentar