RADARCIREBON.TV – Pelatih Persib Bandung, Marco Hodak, kembali menekankan pentingnya kontrol emosi kepada para pemainnya jelang laga krusial di lanjutan BRI Super League 2025/26.
Menurut Hodak, kemampuan menjaga ketenangan dan fokus adalah salah satu faktor utama yang bisa menentukan hasil pertandingan—terlebih saat menghadapi lawan kuat atau situasi ketat di lapangan.
Hodak menjelaskan bahwa tekanan dalam sebuah pertandingan besar bukan hanya berasal dari rivalitas atau tekanan suporter, tetapi juga dari ekspektasi tinggi terhadap performa tim dan tuntutan hasil positif.
Baca Juga:Jadwal Barcelona vs Real Madrid: Live Streaming & Siaran Final Piala Super Spanyol 2026Souza Tantang Bobotoh & Jakmania: Ini Bukan Sekadar Derbi, Ini Pembuktian Siapa Tim Terbaik Indonesia!
Karena itu, ia meminta seluruh pemain untuk menyiapkan mental yang kuat, supaya emosi tidak mengambil alih permainan dan mengganggu konsentrasi tim secara keseluruhan.
Permintaan Khusus dari Hodak
Dalam sesi latihan terakhir yang dipantau media, Hodak terlihat memberikan arahan intensif soal pentingnya kontrol emosi di berbagai fase permainan.
Ia menegaskan bahwa krisis kecil di lapangan—seperti kesalahan umpannya sendiri, keputusan wasit yang kontroversial, atau provokasi dari lawan—tidak boleh menjadi alasan pemain kehilangan fokus atau bermain di luar rencana taktik.
“Sepak bola bukan hanya tentang fisik dan teknik, tetapi juga tentang kepala yang dingin,” ucap Hodak di hadapan para pemain.
“Saat situasi tidak sesuai harapan, tetap tenang itu kunci. Karena tim yang bisa menjaga emosi lebih sering mendapatkan hasil positif.”
Mengapa Kontrol Emosi Penting?
Hodak menyoroti bahwa kontrol emosi dapat memengaruhi banyak aspek dalam pertandingan.
Pertama, kemampuan untuk membuat keputusan cerdas di momen penting — seperti saat harus menggiring bola, menentukan umpan, maupun mengambil inisiatif melakukan tendangan ke gawang lawan.
Baca Juga:Belum Resmi Tangani Timnas Indonesia, John Herdman Sudah Dikaitkan dengan Pemain Naturalisasi BaruPrediksi Line Up Persib vs Persija: El Clasico Indonesia Panas, Siapa Starter Pilihan Pelatih?
Pemain yang mudah terpancing emosinya biasanya melakukan kesalahan yang tidak perlu.
Kedua, emosi yang tidak terkontrol sering kali memicu kartu kuning atau merah yang justru merugikan tim.
Di kompetisi yang ketat seperti BRI Super League, satu kartu merah bisa mengubah dinamika pertandingan dan membuka peluang lawan untuk mencetak gol atau meraih kemenangan.
Hodak juga mencontohkan beberapa laga sebelumnya di mana Persib sempat kehilangan ritme permainan karena reaksi emosional yang kurang terkendali saat tim tertinggal skor atau menghadapi tekanan dari suporter lawan.
