Bojan Hodak Mogok Bicara Di Konferensi Pers Usai Persebaya Tahan Imbang Persib Bandung

Bojan Hodak
Bojan Hodak Foto : Persib.co.id
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Derbi panas di Stadion Gelora Bung Tomo, Senin (2/3/2026), tak hanya menyisakan skor 2-2 antara Persib dan Persebaya Surabaya. Ia juga meninggalkan bara emosi yang tak padam di dada pelatih Maung Bandung, Bojan Hodak.

Pelatih asal Kroasia itu memilih “mogok bicara” dalam sesi konferensi pers. Bukan karena kehabisan kata, melainkan karena terlalu banyak yang ingin diucapkan, dan terlalu mahal konsekuensinya.

“Saya selalu menghormati media, saya menghargai pekerjaan Anda, tetapi saya tidak bisa berbicara tentang wasit hari ini,” ujar Bojan dengan nada datar namun jelas menyimpan amarah. Kalimat itu terdengar seperti peringatan yang ditahan di ujung lidah.

Baca Juga:Persebaya Vs Persib Bandung 2-2, Laga Imbang, Persib Masih Kokoh DipuncakBojan Hodak Tetap pada Rencana Awal, Made Wirawan Belum Turun Bermain

Ia tak menyebut nama. Namun semua orang di ruangan tahu arah tudingannya: wasit Eko Saputra yang memimpin laga sarat tensi tersebut. Bahkan Bojan sendiri sempat diganjar kartu kuning akibat protes keras di pinggir lapangan.

“Jika saya tidak membicarakan wasit, maka tidak ada hal lain yang bisa dibicarakan. Jadi karena alasan ini, saya tidak akan memberikan penjelasan, karena saya akan dikenai sanksi,” lanjutnya.

Sebuah ironi. Dalam sepak bola modern yang menjunjung transparansi, kritik terhadap perangkat pertandingan justru bisa berujung hukuman. Maka Bojan memilih diam, Sebuah bentuk protes paling sunyi namun paling nyaring.

Di atas lapangan, laga memang penuh drama. Persib lebih dulu tertinggal lewat penalti Bruno Moreira pada menit ke-44. Keputusan titik putih itulah yang diyakini menjadi salah satu pemantik bara. Maung Bandung bangkit melalui gol Luciano Guaycochea di menit 51, lalu berbalik unggul setelah Andrew Jung mencetak gol pada menit 73.

Namun kemenangan yang sudah di depan mata buyar di menit 83 ketika Francisco Rivera menyamakan kedudukan. Skor 2-2 menutup duel keras yang lebih menyerupai tarung harga diri ketimbang sekadar pertandingan pekan ke-24 Super League 2025/2026.

Bojan tak membedah taktik, tak menilai performa anak asuhnya, tak pula menanggapi atmosfer stadion. Ia justru menegaskan satu hal: jika berbicara jujur, ia akan dihukum. Maka ia memilih menahan diri.

0 Komentar