RADARCIREBON.TV – Pertandingan antara Madura United dan PSIM Yogyakarta dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026 berubah menjadi laga penuh kontroversi dan emosi. Bermain di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, Sabtu (11/1/2026), tuan rumah harus menelan kekalahan telak 0-3 dalam duel panas yang diwarnai tiga kartu merah dan kehilangan kendali permainan.
Sejak menit awal, laga berlangsung keras. Madura United tampil agresif dengan tekanan tinggi, sementara PSIM Yogyakarta memilih bermain lebih sabar dan menunggu celah. Benturan fisik kerap terjadi di lini tengah, membuat wasit beberapa kali harus menghentikan pertandingan.
Petaka bagi Madura United terjadi tepat di penghujung babak pertama. Bek Nurdiansyah diganjar kartu merah langsung usai melakukan pelanggaran keras terhadap Pulga Vidal pada menit 45+1. Keputusan wasit memicu reaksi keras dari pemain tuan rumah dan mengubah total peta permainan.
Baca Juga:Bupati Majalengka Imbau Bobotoh Tak Nekat ke Bandung, Siapkan Nobar Persib vs Persija di MCCStatistik dan Fakta Panas Persib Bandung vs Persija Jakarta: Ancaman Macan Kemayoran di Paruh Kedua
Masuk babak kedua, PSIM langsung menggila. Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan secara maksimal oleh Laskar Mataram. Dalam waktu tujuh menit, pertahanan Madura United runtuh total. Fahreza Sudin mencetak dua gol cepat pada menit ke-56 dan 63, diselingi gol Franco Ramos Mingo pada menit ke-58.
Skor 3-0 membuat Madura United semakin frustrasi. PSIM sempat kehilangan Ramos Mingo yang menerima kartu merah di menit ke-73, namun situasi tersebut tak mampu dimanfaatkan tuan rumah. Alih-alih bangkit, Madura United justru semakin kehilangan fokus dan ritme permainan.
Drama kembali terjadi di masa injury time. Kiper Madura United, Miswar Saputra, harus diusir wasit pada menit 90+2 setelah melakukan pelanggaran fatal. Madura United pun mengakhiri laga dengan hanya sembilan pemain, sementara PSIM mengontrol permainan hingga peluit akhir.
Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, mengakui kartu merah lawan sangat berpengaruh, namun menegaskan kemenangan timnya bukan sekadar keberuntungan. Menurutnya, disiplin, efektivitas serangan, dan mental kuat pemain menjadi faktor utama di balik kemenangan besar tersebut.
Tambahan tiga poin ini membuat PSIM Yogyakarta melesat ke papan atas klasemen sementara dan menempati posisi keenam dengan 30 poin. Sebaliknya, kekalahan telak ini menjadi tamparan keras bagi Madura United yang gagal memanfaatkan keuntungan bermain di kandang sendiri.
