RADARCIREBON.TV – Pertandingan BRI Super League 2025-2026 antara Arema FC vs Persik Kediri diadakan di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, pada hari Minggu, 11 Januari 2026. Dalam pertandingan ini, Persik Kediri harus menerima kekalahan yang menyakitkan meskipun sempat memimpin.
Arema FC berhasil mengubah keadaan dan memenangkan pertandingan dengan skor 2-1. Macan Putih memimpin lewat gol yang dicetak oleh M. Supriadi pada menit ke-80. Namun, terjadi drama di akhir babak ketika M. Supriadi membuat kesalahan yang berujung pada gol bunuh diri di menit ke-90+5.
Arema FC kemudian menyarangkan gol kemenangan melalui sundulan Puleio Araya pada menit ke-90+8.
Baca Juga:Fantastis! Harga Emas Antam Melejit Gila-gilaan, Naik Hingga Rp114.000 Sekali Lonjak!Arteta Berani Ambil Risiko? Arsenal Diprediksi Rotasi Total; Pertandingan Arsenal vs Portsmouth di Piala FA
Pelatih Persik Kediri, Marcos Reina, menyatakan bahwa timnya seharusnya bisa memenangkan laga Liga 1 ini. Ia merasa timnya bermain lebih baik dibandingkan Arema FC dalam banyak hal, tetapi situasi penting di akhir pertandingan membuat mereka kehilangan fokus.
Dalam laga ini, Persik Kediri sempat memimpin berkat gol dari M. Supriadi. Namun, kesalahan di menit akhir mengubah arah pertandingan. Berikut adalah urutan gol dalam laga ini:
- 80′: Gol oleh M. Supriadi membuat Persik Kediri unggul 1-0.
- 90+5′: Gol bunuh diri M. Supriadi menyamakan skor menjadi 1-1.
- 90+8′: Gol kemenangan Arema FC yang disarangkan oleh Puleio Araya, dengan hasil akhir 2-1.
Dalam analisis pertandingan ini, terlihat bahwa Persik Kediri memiliki kesempatan untuk meraih kemenangan. Namun, kesalahan individu di akhir permainan menjadi momen penentu. Berikut adalah beberapa poin penting dari pertandingan:
- Persik Kediri menunjukkan performa yang kuat selama sebagian besar laga.
- Kesalahan di menit-menit akhir menjadi titik kritis yang mengubah hasil akhir.
- Arema FC mengambil kesempatan dengan baik di menit-menit akhir untuk meraih kemenangan.
- Kemenangan yang sudah di depan mata hilang setelah kebobolan pada menit-menit terakhir. Ini jelas menyisakan rasa pahit bagi Macan Putih.
