Tak Kapok! Beckham Putra Blak-blakan Alasan Selebrasi 'Kedinginan' Meski Pernah Kena Denda Rp 75 Juta

beckham putra
selebrasi dingin oleh beckham putra kemenangan persib. foto: instagram@beckham_put7
0 Komentar

RADARCIREBON.TV Beckham Putra mengulangi selebrasi kedinginan saat membawa Persib Bandung unggul atas Persija Jakarta.

Pemain Persib Bandung, Beckham Putra, sedang membawa timnya unggul di partai El Clasico Indonesia.

Persib sedang menjamu Persija Jakarta pada partai pekan ke-17 Super League 2025/26, Minggu (11/1/2026).

Baca Juga:Jakarta Electric PLN Raih Kemenangan Perdana Proliga 2026 Usai Libas Livin Mandiri 3-0Harga Emas Antam 11 Januari Naik Melonjak

Kemenangan ini terasa istimewa bagi Persib. Mereka menutup putaran pertama sebagai pemuncak klasemen dengan 38 poin dari 17 laga.

Di balik gol penentu tersebut, satu momen mencuri perhatian. Beckham kembali melakukan selebrasi “ice cold”, gestur yang sempat membawanya pada sanksi berat musim lalu.

Selebrasi Ikonik yang Kembali Dipilih Beckham

Usai mencetak gol, Beckham Putra melakukan selebrasi “ice cold”. Gestur dingin tersebut identik dengan bintang Chelsea, Cole Palmer.

Selebrasi itu bukan hal baru bagi Beckham. Musim lalu, ia melakukannya saat Persib menahan Persija 2-2, namun berujung sanksi larangan bermain tiga laga dan denda Rp75 juta.

Kali ini, Beckham menegaskan selebrasi tersebut murni ekspresi pribadi. Tidak ada niat untuk memprovokasi atau menyinggung pihak lawan.

“Ya ini sudah ikonik bagi saya dan ini adalah hal yang normal,” ucap Beckham.

“Kalian bisa lihat juga ada pemain Chelsea yang melakukan itu dan saya pikir hal yang lumrah. Ini jadi selebrasi ikonik saya. Kita juga di puncak jadi kenapa enggak selebrasi gitu,” lanjutnya.

Baca Juga:Jadwal lengkap Premier League Musim 2025: Liverpool vs Burnley, Chelsea vs Brentford, Man United vs Man CityPascal Struijk, Calon Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia!

Respons Bojan Hodak Soal Luapan Emosi

Pelatih Persib, Bojan Hodak, turut menanggapi selebrasi anak asuhnya. Ia menilai emosi adalah bagian yang tak terpisahkan dari laga besar seperti Persib vs Persija.

Menurut Hodak, situasi pertandingan berjalan dalam tensi tinggi. Gol cepat di laga penuh tekanan wajar memicu luapan perasaan pemain.

“Beruntung hari ini tidak ada fans Persija di sini, sehingga dia tidak memprovokasi siapapun. Tetapi Anda bisa lihat, sepak bola adalah olahraga emosional, seperti ada kartu merah di pertandingan, itu bisa terjadi karena emosi,” ujarnya.

“Sebelum pertandingan, saya bicara kepada mereka untuk mengontrol emosinya, tetapi ketika mereka bermain 100 persen dan mencetak gol di pertandingan seperti ini, tentu saja (meluapkan emosi),” terangnya.

0 Komentar