RADARCIREBON.TV – Selasa (13/1) sekitar pukul 12.05 WIB, data dari Panel Harga Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) menunjukkan dinamika harga yang beragam di pasar nasional. Dari total 16 komoditas yang diamati, 13 jenis mengalami penurunan sementara tiga lainnya menunjukkan kenaikan harga.
Komoditas cabai menjadi sorotan utama dalam penurunan harga. Cabai merah keriting tercatat sebagai yang paling signifikan, dengan turunnya nilai sebesar 3,81% atau setara dengan Rp1.519 per kilogram, sehingga harga saat ini berada di level Rp38.336/kg. Tak ketinggalan, cabai rawit juga mengalami penurunan cukup tajam yaitu 2,35% atau Rp1.242/kg, menjadikan harganya Rp51.599/kg. Sedangkan cabai merah besar turun 2,05% atau Rp775/kg, dengan harga akhir Rp37.014/kg.
Di tengah sebagian besar harga yang melandai, tiga komoditas justru menguat. Garam naik sebesar 0,44% atau Rp50/kg menjadi Rp11.499/kg. Harga daging sapi juga sedikit menguat 0,24% atau Rp331/kg, berada di angka Rp136.035/kg. Sementara itu, beras premium menunjukkan kenaikan terkecil yaitu 0,09% atau Rp14/kg dengan harga Rp15.582/kg.
Baca Juga:Shio Kuda di Tahun Kuda Api 2026: Tahun Puncak untuk Mengukir PrestasiShio Monyet di Tahun Kuda Api 2026: Tahun Transformasi dengan Peluang Besar
Perlu diperhatikan bahwa data harga yang dirilis merupakan rata-rata dari 36 provinsi di seluruh Indonesia, yang diambil pada pukul 12.05 WIB dan difinalisasikan setiap hari pada pukul 14.00 WIB. Kondisi ini muncul ketika pemerintah tengah fokus pada upaya meningkatkan ketahanan pangan nasional, khususnya dalam pengelolaan pasokan beras meskipun tantangan terkait kapasitas penyimpanan masih menjadi perhatian.
Mengutip Bisnis Indonesia, Kementerian Koordinator Bidang Pangan meningkatkan target stok cadangan beras pemerintah (CBP) mencapai 4 juta ton pada tahun ini. Selain itu, panen raya juga diproyeksi berlangsung lebih awal yakni pada Februari untuk memenuhi target tersebut.
Lebih lanjut, pemerintah menargetkan stok cadangan beras di gudang Perum Bulog dapat dipertahankan pada angka 4 juta ton setiap tahunnya hingga 2029. Sebab itu, Zulhas menyebut bahwa pembangunan 100 gudang Perum Bulog yang baru akan dilaksanakan pada tahun ini.
Dia menjelaskan bahwa program tersebut akan tercantum dalam instruksi presiden (Inpres) agar Perum Bulog dapat menampung lebih banyak stok beras. Di samping itu, pemerintah telah menyetujui tambahan margin fee atau keuntungan penyerapan beras oleh Perum Bulog sebesar 7%, berubah dari sebelumnya yang sebesar Rp50 per kilogram beras.
