Insiden Mugello Bikin Geger, Teriakan Fans Italia ke Marc Marquez di Mugello Disebut Momen Terburuk 2025

MotoGP
Foto: Davide Tardozzi, Manajer Ducati Lenovo Team.
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Manajer Ducati Lenovo Team, Davide Tardozzi, sangat gembira karena timnya berhasil membawa Marc Marquez meraih gelar juara MotoGP 2025. Akan tetapi, ada satu insiden buruk yang mengganggu kebahagiaannya, yaitu saat suporter Italia meneriaki dan mengejek Marquez.

Peristiwa tersebut terjadi saat upacara penghargaan podium Sprint MotoGP Italia di Mugello, yang untungnya dimenangkan oleh Marquez. Alih-alih merayakan kemenangan Ducati, para penggemar di tribun justru meneriaki dan mencemooh Marquez. Tardozzi pun marah dan membalas teriakan mereka.

“Diam! Dia adalah salah satu dari kita! Dia mengenakan seragam merah! ” teriak Tardozzi sambil menarik seragam Ducati-nya yang berwarna merah dan menunjukkannya kepada penonton. Aksi Tardozzi ini terekam kamera dan dengan cepat menjadi viral di media sosial.

Baca Juga:Ducati Mulai Pesimis: Pedro Acosta Diragukan Merapat ke Tim Valentino Rossi, Tapi Masih TerBayang-bayang KTMChelsea Pesta Gol, Tapi Rosenior Tegaskan: "Ini Belum Apa-Apa", Kejutan apa yang dipersiapkan? Simak berikut

“Itu adalah situasi yang sangat sulit bagi saya, melihat tribun Mugello, di mana lebih dari setengah penonton yang memakai kaus merah malah mencemooh,” kata Tardozzi kepada DAZN.

Teriakan suporter Italia kepada Marquez memang memiliki alasan. Sebab, pembalap asal Spanyol itu memiliki konflik dengan Valentino Rossi sejak tahun 2015. Sejak perselisihan itu, Marquez tidak pernah mendapatkan sambutan hangat setiap kali berlaga di Sirkuit Mugello dan Misano.

“Seorang pembalap hebat seperti Marc, yang mengendarai Ducati di Mugello dan meraih kemenangan, seharusnya tidak diabaikan. Pesannya jelas: Merah harus saling menghormati,” lanjut Tardozzi.

“Pertama, kita harus menghormati sang pemenang. Kedua, kita berada di Mugello dan Anda mengenakan kaus merah, jadi tidak seharusnya mencemooh Marc. Maka, reaksi saya saat itu merupakan respons spontan yang didasari oleh alasan-alasan tersebut,” ungkapnya.

“Saya benar-benar jenuh dengan kenangan tahun 2015. Cukup sudah. Anda tidak bisa mengklaim diri sebagai penggemar balap motor sejati jika terus-menerus membahas hal itu. Situasi ini benar-benar mengganggu saya,” keluh Tardozzi.

“Dan saya ulangi, hentikan pembicaraan mengenai 2015. Setelah satu dekade? Cukup sudah. Faktanya, itu bukan sepenuhnya kesalahan Marc. Tanggung jawabnya dibagi antara keduanya. Marc berbuat salah, Vale juga berbuat salah. Jadi, cukup sudah,” tegasnya.

0 Komentar