Masjid Keramat Kebagusan, Jejak Awal Islam Di Tanah Cirebon – Video

Masjid Keramat Kebagusan, Jejak Awal Islam Di Tanah Cirebon
0 Komentar

Berdiri tenang di Desa Sitiwinangun, Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon, Masjid Keramat Kebagusan menjadi saksi bisu perjalanan panjang sejarah Islam di Tanah Jawa. Diyakini masjid ini disebut lebih tua atau sejaman dengan awal penyebaran Islam oleh Walisongo.

Berdiri tenang di Desa Sitiwinangun, Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon, Masjid Keramat Kebagusan menjadi saksi bisu perjalanan panjang sejarah Islam di Tanah Jawa. Masjid Keramat Kebagusan dipercaya telah berdiri sejak masa Syekh Abdurahman, tokoh penyebar Islam di wilayah tersebut. Bahkan sebelum dakwah para Walisongo berkembang luas di Jawa, masjid ini disebut sudah menjadi pusat aktivitas keagamaan sekaligus pusat pemerintahan masyarakat setempat.

Syekh Abdurahman meninggalkan tiga warisan penting, salah satunya adalah Masjid Keramat Kebagusan. Bangunan masjid ini memiliki ciri khas arsitektur kuno dengan dominasi kayu jati. Setiap bagian kayu disusun menggunakan sistem pasak tanpa paku, menunjukkan kecanggihan teknik konstruksi tradisional pada zamannya.

Baca Juga:Petugas Siaga Cegah Tawuran Di Babakan Gebang – VideoKDM Janji Akan Jemput Pulang Vina Gombang Dari China – Video

Keunikan lainnya terlihat pada area wudhu. Pada masa itu, masyarakat menggunakan gerabah sebagai sarana berwudhu. Ornamen gerabah pun masih dapat ditemukan di sejumlah sudut, menjadi bukti kuat tradisi lokal yang berpadu dengan nilai-nilai Islam.

Di kompleks masjid juga terdapat sebuah sumur tua yang airnya tak pernah kering sejak dahulu hingga kini. Sumur tersebut dipercaya memiliki karomah dan kerap didatangi peziarah yang berharap berkah.

Masjid Keramat Kebagusan berdampingan dengan petilasan atau makam Mbah Buyut Kebagusan. Di sekitarnya, terdapat pula situs bersejarah lain seperti Balai Panjang serta situs gerabah kuno yang memperkuat kawasan ini sebagai pusat peradaban masa lampau.

Hingga kini, Masjid Keramat Kebagusan tetap berdiri kokoh, bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai penanda kuat jejak awal Islam dan peradaban di Kabupaten Cirebon.

0 Komentar