Pemerintah Desa Penpen, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, melalui Badan Usaha Milik Desa Sejahtera Mandiri, meluncurkan program ketahanan pangan berbasis peternakan, dengan budidaya ayam petelur yang diproyeksikan menjadi motor penggerak baru bagi pendapatan asli desa.
Pemerintah Desa Penpen, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, melalui Badan Usaha Milik Desa Sejahtera Mandiri, meluncurkan program ketahanan pangan berbasis peternakan di Blok Oro-oro. Melalui budidaya ayam petelur yang diproyeksikan menjadi motor penggerak baru bagi pendapatan asli desa.
Program ini merupakan realisasi dari alokasi 20 persen anggaran ketahanan pangan tahun 2025 yang diarahkan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Baca Juga:Wawali Beri Bantuan Warga Yang Rumahnya Ambruk – VideoKuryati Divonis 4 Tahun Penjara Terindikasi Korupsi Apbdes – Video
Kuwu Penpen, Mustofa mengungkapkan, bahwa saat ini terdapat 750 ekor ayam yang sedang dalam masa pemeliharaan. Ayam-ayam tersebut didatangkan saat berusia 16 minggu dan kini telah memasuki usia 19 minggu. Meski belum bisa merinci total omzet karena belum memasuki masa panen perdana, Mustofa optimistis tingkat produktivitas bisa mencapai angka 75 persen dari total populasi ayam yang ada. Juuga telah menyiapkan strategi jangka panjang ketika masa produktif ayam berakhir yang biasanya terjadi setelah 18 bulan.
Di lokasi yang sama juga terlihat budidaya burung puyuh. Namun Mustofa menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan inisiatif pribadi sebagai proyek percontohan. Terkait dampak lingkungan, Mustofa tidak menampik adanya keluhan warga mengenai aroma tidak sedap dari kotoran ayam di awal berjalannya program. Namun pihak desa bergerak cepat dengan menerapkan sistem sanitasi menggunakan metode pelapisan tanah di bawah kandang.