70 Persen Pengrajin Rotan di Kab. Cirebon Gulung Tikar – Video

70 Persen Pengrajin Rotan di Kab. Cirebon Gulung Tikar
0 Komentar

Pengrajin rotan di Kabupaten Cirebon mulai bergeliat usai produksi rotan vakum selama 2025. Namun, tidak sedikit pengrajin rotan yang gulung tikar karena anjloknya harga kontrak atau pesanan.

Pengrajin rotan Rizky-Rizky Rotan di Desa Gombang, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon masih bertahan di tengah sulit dan turunnya kualitas bahan baku. Meski sempat vakum dan tidak ada produksi selama 2025 lalu, namun Rizky-Rizky Rotan tetap berjuang dengan kondisi pasar yang belum stabil.

Menurut pengrajin, kualitas bahan baku saat ini sangat buruk karena kaku dan sulit dibentuk. Turunnya kualitas bahan baku secara otomatis berimbas pada kualitas produk olahan rotan para pengrajin. Geliat produksi rotan di Kabupaten Cirebon yang mulai naik, tidak diimbangi dengan kualitas bahan baku yang dinilai bisa berdampak pada lambatnya perkembangan produksi rotan saat ini.

Baca Juga:Gandeng Baznas, Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Tunjukkan Kepedulian Renovasi Rutilahu di Desa Pegagan KidulWakil Walikota Cirebon Kunjungi Rumah Ambruk Argasunya – Video

Menurut pengrajin, harga rotan saat ini menyentuh angka 21 ribu rupiah per kilogram, dan para pengrajin memilih untuk tidak menyetok bahan baku hingga berton-ton. Namun kini hanya membeli bahan baku sesuai dengan pesanan pabrik.

Sementara, kerasnya perjuangan yang harus diterjang oleh pengrajin rotan yang masih bertahan, tak kalah miris dengan banyaknya pengrajin rotan yang sudah gugur dan gulung tikar. Bahkan, di kawasan pengrajin rotan Plumbon ini, tujuh puluh pengrajin dan 50 persen pabrik besar sudah bangkrut dan tidak memproduksi kerajinan rotan lagi.

Padahal, kerajinan rotan dari Cirebon ini dibuat untuk memenuhi pangsa pasar luar negeri, dan diekspor hingga Jepang, Eropa, hingga Amerika. Para pengrajin berharap pemerintah bisa memperhatikan geliat industri rotan dengan memastikan bahan baku yang berkualitas, agar pemulihan kerajinan atau industri rotan bisa lebih cepat.

0 Komentar