Gol Cepat Bikin Cremonese Tergelincir, Pelatih Bela Emil Audero dan Janji Bangkit

Emil Audero
Gol Cepat Bikin Cremonese Tergelincir, Pelatih Bela Emil Audero dan Janji Bangkit. (Foto. Instagram Pribadi @emil_audero)
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Cremonese harus pulang dengan tangan hampa setelah takluk 0-1 dari Sassuolo pada pekan ke-22 Serie A 2025/2026 di MAPEI Stadium, Minggu (25/1/2026) malam WIB. Kekalahan ini terasa menyakitkan karena ditentukan oleh gol cepat yang terjadi saat laga baru berjalan tiga menit.

Gawang Cremonese yang dikawal Emil Audero kebobolan melalui situasi bola muntah. Tembakan keras Armand Laurienté dari luar kotak penalti sempat ditepis Audero, tetapi bola liar langsung disambar Alieu Fadera yang berdiri bebas di depan gawang. Gol tersebut menjadi satu-satunya pembeda dalam pertandingan yang berlangsung cukup ketat.

Meski tertinggal sejak awal, Cremonese berusaha bangkit sepanjang sisa laga. Sejumlah peluang sempat tercipta, namun penyelesaian akhir yang kurang efektif membuat mereka gagal menyamakan kedudukan. Hasil ini memperpanjang tren negatif I Grigiorossi yang kini tak pernah menang dalam delapan pertandingan terakhir. Di klasemen sementara, Cremonese tertahan di peringkat ke-14 dengan koleksi 23 poin.

Baca Juga:Kejutan di Emirates! Carrick Minta MU Tak Besar Kepala Usai Tekuk ArsenalBerpotensi Tinggalkan Aston Villa, Emiliano Martinez Masuk Radar Manchester United

Pelatih Cremonese, Davide Nicola, memilih bersikap realistis dan tidak menyalahkan individu tertentu atas kekalahan tersebut. Dalam konferensi pers usai laga, ia mengakui adanya kesalahan teknis, termasuk pada momen yang berujung gol cepat Sassuolo. Namun, Nicola menegaskan hal semacam itu lumrah terjadi dalam sepak bola.

“Saya menerima kesalahan teknis. Kami sedang berada dalam periode sulit dengan intensitas pertandingan tinggi dan beberapa pemain absen. Situasi seperti ini bisa dialami semua tim. Yang terpenting, kami berusaha memperbaiki mentalitas,” ujar Nicola.

Ia juga menambahkan bahwa timnya sempat kesulitan di sepuluh menit pertama dan tidak menciptakan banyak peluang. Meski begitu, sang pelatih menilai semangat juang para pemain tetap terlihat hingga akhir laga. “Keinginan untuk tidak menyerah masih ada, dan hari ini kami menunjukkan bahwa kami tetap kompetitif,” lanjutnya.

Dalam pertandingan ini, Nicola menerapkan formasi 3-5-2 dengan mengandalkan Emil Audero di bawah mistar serta beberapa pemain kunci seperti Baschirotto, Vandeputte, dan Jamie Vardy. Namun, skema tersebut dinilai kurang berjalan mulus, terutama dalam mengantisipasi serangan balik cepat Sassuolo.

0 Komentar