Update Kasus Dokumen Bodong, CAS Perbolehkan 7 Pemain Timnas Malaysia Aktif Kembali

Timnas Malaysia
Nasib 7 pemain Timnas Malaysia yang tersandung skandal. Foto: X FA Malaysia / tangkapan layar - radarcirebon.tv
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Kabar terbaru datang dari sepak bola Malaysia. Tujuh pemain naturalisasi Malaysia yang sempat tersandung skandal pemalsuan dokumen, akhirnya memperoleh titik terang.

Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS), sudah mengabulkan permohonan penangguhan hukuman kepada ketujuh pemain Timnas Malaysia.

Ketujuh pemain itu adalah Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Gabriel Palmero, Jon Irazabal, dan Hector Hevel.

Baca Juga:Bojan Hodak Tak Mau Ambil Risiko, Layvin Kurzawa Belum Jadi Opsi Utama Skuad Persib BandungĀ Timnas Futsal Indonesia vs Korea Selatan di Piala Asia 2026: Laga Pembuka Penentu Arah ke Perempat Final

Pada 26 September 2025 lalu, FIFA resmi mengkonfirmasi bahwa federasi sepak bola Malaysia atau FAM dan ketujuh pemain mereka terbukti melanggar Pasal 22 Kode Disiplin FIFA.

Setelah itu, FAM dijatuhi sanksi denda 350.000 franc Swiss, setara dengan Rp7,3 miliar oleh FIFA. Sedangkan, ketujuh pemain dilarang bermain selama setahun ditambah denda 2.000 franc Swiss atau Rp41 juta.

Saat ini, FAM mengeluarkan pengumuman perihal nasib ketujuh pemain naturalisasi Timnas Malaysia. Mereka kini bisa kembali merumput dan melanjutkan karier di sepak bola.

FAM mengklaim CAS sudah mengabulkan permohonan penangguhan eksekusi yang diajukan oleh tujuh pemain tim nasional.

“Keputusan ini berarti bahwa skorsing 12 bulan dari semua aktivitas sepak bola yang dijatuhkan oleh FIFA kepada tujuh pemain Harimau Malaya ditangguhkan sementara,” tulis pernyataan FAM.

“Mereka diizinkan untuk melanjutkan karier mereka dan berpartisipasi dalam aktivitas terkait sepak bola apa pun sampai keputusan akhir atas banding di CAS dibuat,” lanjut FAM.

Pengaruh terbesar yang diterima ketujuh pemain naturalisasi Malaysia tersebut adalah penurunan nilai pasar mereka yang anjlok atau seperti tidak ada harganya.

Baca Juga:Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Korea Selatan, Laga Perdana Piala Asia Futsal 2026Dominan Sejak Awal, Timnas Futsal Indonesia Pernah Permalukan Korea Selatan 6-2, Akankah Terulang?

Pemain dengan nilai tertinggi, pemain sayap Imanol Machuca, mencatat penurunan paling drastis. Sebelumnya nilainya berkisar RM11,9 juta atau setara 49 miliar rupiah.

Nilai pasar pemain Johor Darul Ta’zim (JDT), Joao Figueiredo, juga turun sebesar Rp39 miliar, disusul dengan bek tengah Facundo Garces yang sebelumnya mengusung nilai pasar Rp19,7 miliar,

Sementara itu, pemain lainnya yakni Jon Irazabal juga harus kehilangan nilai pasar sebesar Rp11,5 miliar.

Rodrigo Holgado turun nilai Rp8,9 miliar dan juga pemain JDT lainnya, Hector Hevel kehilangan Rp7,8 miliar, serta nilai pasar Gabriel Palmero sebelumnya adalah Rp986 juta. Saat ini mereka tengah menunggu babak baru dalam kariernya pada level klub.

0 Komentar