RADARCIREBON.TV – Carlos Alcaraz memastikan tempatnya di final Australian Open 2026 setelah memenangkan duel semifinal yang luar biasa panjang dan dramatis melawan Alexander Zverev, Jumat (30 Januari 2026). Pertandingan di Rod Laver Arena itu berlangsung selama lima jam 27 menit, menjadikannya salah satu semifinal terpanjang dalam sejarah turnamen grand slam di Melbourne.
Dalam laga yang penuh drama ini, Alcaraz tampil dominan sejak awal dengan memenangkan dua set pertama 6-4 dan 7-6(5), namun Zverev tidak mudah menyerah. Petenis Jerman itu bangkit pada set ketiga dan keempat, keduanya berakhir dengan skor tiebreak 6-7(3) dan 6-7(4), memaksakan pertarungan ke set penentu.
Momentum pertandingan benar-benar berubah ketika Alcaraz mengalami kram di bagian kaki kanan pada set ketiga. Ia sempat menerima perawatan medis di tengah pertandingan, sebuah keputusan yang memicu kontroversi dari Zverev dan sempat memperlambat tempo permainan. Meskipun demikian, Alcaraz tidak menyerah meskipun pergerakannya terganggu oleh masalah fisik tersebut.
Baca Juga:Hasil Persik vs Bali United: Macan Putih Bangkit dan Menang 3–2 di BRI Super LeagueTransfer Marcus Rashford: Barca Lontarkan Strategi Baru kepada Manchester United
Di set kelima, meski sempat tertinggal dan Zverev memegang peluang untuk menyelesaikan pertandingan, Alcaraz menunjukkan mental baja. Ia berhasil membalikkan keadaan, mematahkan servis lawan, dan akhirnya memenangkan set penentu 7-5—sebuah comeback emosional untuk melaju ke final.
Dengan kemenangan tersebut, Alcaraz menjadi salah satu petenis termuda dalam sejarah yang mencapai final di keempat turnamen grand slam utama. Prestasi ini juga mempertahankan peluangnya untuk menyelesaikan Career Grand Slam, sebuah prestasi legendaris yang berarti memenangkan semua gelar grand slam di tunggal putra dalam kariernya.
Di final Australian Open nanti, Alcaraz akan menghadapi pemenang semifinal lain antara Novak Djokovic dan Jannik Sinner. Kemenangan di final akan membuatnya menyamai rekor prestasi besar sebagai yang termuda untuk menyapu semua gelar grand slam—sebuah pencapaian yang belum pernah diraih oleh petenis junior lainnya.
Pertandingan semifinal ini tidak hanya menjadi ujian fisik dan mental terbesar bagi Alcaraz, tetapi juga memberi pemanasan emosional sebelum menghadapi tantangan berikutnya. Para penggemar tenis di seluruh dunia menyaksikan bagaimana Alcaraz percaya pada kemampuannya sendiri, bangkit dari kesulitan, dan menuliskan babak baru dalam sejarah Australian Open.
