Jejak Karier Fung Permadi, Legenda Indonesia yang Membela Taiwan dan Finis Runner-up Dunia 1999

Fung Permadi
Jejak Karier Fung Permadi, Legenda Indonesia yang Membela Taiwan dan Finis Runner-up Dunia 1999. Foto : @
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Kisah menarik dari Fung Permadi, seorang legenda bulu tangkis dari Indonesia yang pernah memperkuat Taiwan dan meraih posisi kedua di BWF World Championships 1999. Fung Permadi pernah membela Indonesia dari tahun 1980-an hingga awal 1990-an.

Selama berpartisipasi untuk Indonesia, Fung Permadi berhasil meraih tempat ketiga di Kejuaraan Asia 1992, pada saat usianya menginjak 25 tahun. Dalam kompetisi IBF World Grand Prix yang kini dikenal sebagai BWF World Tour, Fung Permadi berhasil mengoleksi beberapa gelar seperti German Open 1990, Canada Open 1990, US Open 1990, dan Swiss Open 1993.

Pindah ke Taiwan pada 1994

Walaupun telah mengantongi sejumlah prestasi tersebut, Fung Permadi merasa kariernya tidak akan berkembang jika tetap berada di Indonesia. Hal ini disebabkan di masanya, Indonesia memiliki banyak atlet bulu tangkis berkualitas di nomor tunggal putra. Beberapa nama terkenal di antaranya adalah Ardy B Wiranata, Hariyanto Arbi, serta peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992, Alan Budi Kusuma.

Baca Juga:Tak Tergoyahkan! 6 Pemain Badminton dengan Rekor Terlama di Puncak Ranking DuniaSassuolo Dihadang Laga Sulit Januari 2026, Jay Idzes Cs Tantang Tiga Tim Elite

Fung Permadi kemudian mengambil keputusan untuk pindah ke Australia pada tahun 1993. Namun, di sana ia menghadapi tantangan karena harus mencari sponsor secara mandiri. Akhirnya, pada tahun 1994, ia memutuskan untuk pindah ke Taiwan.

Bersinar Bersama TaiwanBersama Taiwan, Fung Permadi malah mengalami kemajuan dalam karier bulu tangkisnya. Ia meraih sejumlah gelar bergengsi, termasuk China Open 1996, Hong Kong Open 1996, World Grand Prix Finals 1996, Korea Open 1999, Chinese Taipei Open 1999, dan Swiss Open 1999.

Tahun 1999 bisa dibilang sebagai puncak prestasi bagi Fung Permadi. Pada tahun itu, ia berhasil meraih posisi sebagai runner-up di BWF World Championships 1999, yang menjadi pencapaian terbesarnya sebagai seorang atlet bulu tangkis. Di partai final, Fung Permadi harus mengakui keunggulan pemain asal China, Sun Ju, dengan skor 5-16 dan 13-15.

“Saya ke Taiwan pada tahun 1994 dan tinggal di sana selama 11 tahun,” ungkap Fung Permadi di GOR Kudus pada tahun 2019.

Balik ke IndonesiaMoh Zaki Ubaidillah, salah satu atlet yang dihasilkan oleh bimbingan Fung Permadi. (Foto: NOC Indonesia/Naif Muhammad)Pada pertengahan tahun 2006, Fung Permadi kembali ke Tanah Air. Ia kembali bergabung dengan PB Djarum, klub yang membantunya berkembang sebagai atlet bulu tangkis saat masih kecil.

0 Komentar