RADARCIREBON.TV – Harga emas batangan Antam kembali mengalami koreksi signifikan pada Jumat, 30 Januari 2026. Berdasarkan data resmi dari laman Antam, harga emas ukuran 1 gram hari ini dibanderol sebesar Rp3.120.000, turun cukup tajam dibandingkan harga sebelumnya.
Pada perdagangan Kamis, 29 Januari 2026, harga emas Antam masih berada di level Rp3.168.000 per gram. Artinya, terjadi penurunan sebesar Rp48.000 hanya dalam satu hari. Penyesuaian harga ini tercatat pada pukul 08.33 WIB, menandai tren pelemahan emas di akhir pekan.
Penurunan harga emas Antam ini langsung menjadi perhatian investor dan masyarakat yang menjadikan emas sebagai instrumen lindung nilai (safe haven). Fluktuasi harga emas umumnya dipengaruhi oleh berbagai faktor global, mulai dari pergerakan dolar Amerika Serikat, kebijakan suku bunga bank sentral, hingga sentimen geopolitik dan kondisi pasar keuangan dunia.
Baca Juga:Hasil Semifinal AO: Alcaraz Kalahkan Zverev 5 Jam 27 Menit dan Siap ke FinalHasil Persik vs Bali United: Macan Putih Bangkit dan Menang 3–2 di BRI Super League
Meski mengalami penurunan, emas tetap dianggap sebagai aset investasi jangka panjang yang relatif stabil. Koreksi harga seperti yang terjadi hari ini justru kerap dimanfaatkan oleh investor untuk menambah kepemilikan emas dengan harga yang lebih terjangkau. Tak sedikit analis menilai, penurunan harga emas bisa menjadi momentum strategis bagi pembeli baru maupun investor lama.
Bagi masyarakat yang rutin memantau pergerakan harga emas, penurunan Rp48.000 per gram ini tergolong cukup besar dalam satu hari. Namun, penting untuk tetap mempertimbangkan tujuan investasi sebelum memutuskan membeli atau menjual emas. Faktor waktu, kebutuhan likuiditas, serta tren harga jangka panjang perlu diperhatikan secara matang.
Antam sendiri secara rutin memperbarui harga emas setiap hari mengikuti dinamika pasar global. Oleh karena itu, calon pembeli disarankan untuk selalu mengecek harga terbaru melalui kanal resmi sebelum melakukan transaksi.
Dengan harga emas Antam yang kembali terkoreksi, publik kini menanti apakah tren penurunan ini akan berlanjut atau justru berbalik menguat dalam beberapa hari ke depan.
