RADARCIREBON.TV – Kondisi cuaca yang kian tidak bersahabat belakangan ini menimbulkan tantangan baru bagi kesehatan pekerja, terutama mereka yang bekerja di luar ruangan maupun di ruangan ber-AC. Di Indonesia, fenomena suhu tinggi dengan intensitas sinar ultraviolet kuat masih terjadi di sejumlah daerah, sementara perubahan iklim global yang memicu gelombang panas menjadi kekhawatiran serius bagi kesehatan masyarakat luas.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), suhu di beberapa wilayah sempat mencapai level ekstrem, membuat paparan panas berisiko menyebabkan dehidrasi, heat exhaustion, hingga heat stroke jika tidak diantisipasi dengan baik. Sementara itu, organisasi kesehatan global mengingatkan bahwa paparan panas dapat menurunkan produktivitas, mempercepat kelelahan, dan meningkatkan risiko kecelakaan kerja, terutama untuk pekerjaan fisik berat di luar ruangan.
Risiko bagi pekerja luar ruanganPekerja yang bekerja di sektor konstruksi, pertanian, transportasi, atau jasa lapangan berpeluang lebih besar mengalami gangguan kesehatan akibat paparan panas langsung. Dalam cuaca ekstrem, tubuh bekerja lebih keras menjaga suhu internal sehingga kelelahan dan dehidrasi menjadi ancaman nyata. Para ahli menyarankan agar pekerja mengatur jam kerja di luar puncak panas (sekitar pukul 10.00–14.00), memakai pakaian longgar serta pelindung kepala, dan secara rutin mengonsumsi cairan untuk mencegah dehidrasi.
Baca Juga:Tak Tergoyahkan! 6 Pemain Badminton dengan Rekor Terlama di Puncak Ranking DuniaSassuolo Dihadang Laga Sulit Januari 2026, Jay Idzes Cs Tantang Tiga Tim Elite
Bahaya bagi pekerja di bawah ACMeski bekerja di dalam ruangan ber-AC tampak aman, ada risiko kesehatan bila penggunaan AC tidak tepat. Udara terlalu kering bisa menyebabkan iritasi saluran pernapasan, dan perubahan suhu drastis antara luar dan dalam ruangan bisa memicu gangguan tubuh seperti sakit tenggorokan atau kelelahan otot. Para pekerja direkomendasikan menjaga kelembapan ruangan di sekitar 40–60%, mengganti filter AC secara berkala, dan mengatur suhu agar tidak terlalu ekstrem dibandingkan luar ruangan.
Tips menjaga kesehatan Untuk meminimalkan dampak cuaca ekstrem, pakar kesehatan menekankan pentingnya:
- Cukup minum air meski tidak merasa haus untuk mencegah dehidrasi.
- Istirahat di tempat teduh atau ber-AC sejenak saat bekerja di luar ruangan.
- Gunakan pakaian yang sesuai dan perlindungan sinar UV saat di luar ruangan.
- Perhatikan kualitas udara dalam ruangan dan ventilasi sirkulasi untuk menghindari penumpukan polutan.
