RADARCIREBON.TV – Kabar penting bagi siswa kelas 12 SMA/sederajat di seluruh Indonesia. Pendaftaran SNBP 2026 (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi) resmi dibuka hari ini. Jalur ini menjadi salah satu pintu favorit menuju perguruan tinggi negeri karena tidak mewajibkan peserta mengikuti tes tertulis. Seleksi didasarkan pada nilai rapor, prestasi akademik maupun nonakademik, serta rekam jejak sekolah. Universitas Indonesia (UI) tentu kembali menjadi incaran utama para pejuang kampus negeri.
Namun, di tengah ketatnya persaingan masuk UI, ada satu strategi yang sering dilirik calon mahasiswa: memilih jurusan yang relatif sepi peminat. Data peminat tahun sebelumnya bisa menjadi gambaran tingkat persaingan di tiap program studi. Informasi tersebut tersedia di laman resmi SNPMB dan kerap dijadikan bahan pertimbangan untuk memperbesar peluang lolos melalui jalur SNBP 2026.
Disebut sepi peminat karena pada SNBP tahun 2025 jumlah pendaftarnya berada di bawah 200 orang. Angka ini jauh lebih kecil dibanding sejumlah prodi populer di UI yang bisa diburu ratusan hingga ribuan siswa dalam satu tahun. Berdasarkan rangkuman data SNPMB, ada beberapa program studi jenjang D3 hingga S1 di UI yang tergolong memiliki jumlah peminat lebih sedikit.
Beberapa di antaranya adalah:
Baca Juga:Fresh Graduate Wajib Tahu! BRI Buka Lowongan Bergengsi, Kesempatan Emas Jadi Pemimpin Masa Depan PerbankanJadwal Diundur Demi Kompetisi Asia! Persib Puji I.League, Fokus Penuh Hadapi Misi Besar di ACL 2
- S1 Arkeologi Indonesia dengan 171 peminat
- S1 Ilmu Sejarah sebanyak 165 peminat
- S1 Ilmu Perpustakaan dengan 187 peminat
- S1 Ilmu Filsafat yang diminati 154 pendaftar
- S1 Sastra Daerah (Sastra Jawa) yang juga jumlah pendaftarnya di bawah 200 orang.
Deretan jurusan ini sering kali luput dari sorotan karena kalah pamor dibanding kedokteran, hukum, manajemen, atau teknik.
Padahal, anggapan bahwa jurusan-jurusan tersebut minim prospek kerja tidak sepenuhnya tepat. Lulusan Arkeologi, misalnya, dibutuhkan dalam penelitian sejarah dan pelestarian warisan budaya. Ilmu Perpustakaan punya peluang di bidang informasi digital, arsip, dan manajemen data. Filsafat berkontribusi dalam dunia akademik, etika bisnis, hingga kebijakan publik. Begitu pula Ilmu Sejarah dan Sastra Daerah yang relevan di sektor pendidikan, kebudayaan, media, serta industri kreatif.
Meski memilih jurusan dengan peminat lebih sedikit dapat meningkatkan peluang diterima, calon mahasiswa tetap harus realistis. Pilihan prodi sebaiknya selaras dengan minat, kemampuan akademik, dan rencana karier jangka panjang. Selain itu, penting memahami aturan pemilihan prodi di SNBP 2026 serta memastikan nilai rapor dan prestasi yang dimiliki benar-benar mendukung.
