RADARCIREBON.TV – Malam Nisfu Sya’ban selalu menjadi momen yang dinantikan banyak umat Muslim. Malam pertengahan bulan Sya’ban ini diyakini sebagai waktu istimewa untuk memperbanyak doa, memohon ampunan, serta memperbaiki diri sebelum memasuki bulan suci Ramadan. Tidak sedikit ulama yang menyebutnya sebagai malam penuh rahmat, di mana seorang hamba dianjurkan mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui ibadah sunah.
Pada malam ini, umat Islam biasanya mengisi waktu dengan membaca Al-Qur’an, berzikir, memperbanyak istighfar, dan memanjatkan doa-doa terbaik. Semangatnya adalah muhasabah atau introspeksi diri, mengingat dosa-dosa yang telah lalu, lalu memohon agar Allah menghapus kesalahan dan menggantinya dengan kebaikan.
Salah satu ayat Al-Qur’an yang sering dikaitkan dengan doa di malam penuh harap ini adalah firman Allah SWT:
يَمْحُو اللَّهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابِ
Baca Juga:NBA Umumkan Roster All-Star 2026, Format Baru AS vs Dunia Siap Bikin Laga Makin PanasResmi Dibuka Hari Ini! Ini Deretan Jurusan UI yang Sepi Peminat di SNBP 2026, Peluang Lolos Lebih Besar?
“Allah menghapus apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya terdapat Ummul Kitab (Lauh Mahfuz).” (QS. Ar-Ra’d: 39)
Ayat tersebut memberi harapan besar bagi setiap Muslim. Melalui doa yang tulus, seseorang memohon agar catatan buruk dihapus dan diganti dengan ketetapan yang lebih baik. Karena itu, malam Nisfu Sya’ban sering dimaknai sebagai waktu memohon takdir yang penuh keberkahan.
Berikut dua doa yang banyak diamalkan dan dinukil dari kitab-kitab ulama.
Doa pertama diriwayatkan dalam berbagai kitab doa, salah satunya yang dinukil dalam karya ulama tasawuf. Bagian awalnya berbunyi:
اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِهِ، مَصَابِيْحِ الْحِكْمَةِ وَمَوَالِيْ النِّعْمَةِ…
Doa ini berisi pujian kepada Nabi Muhammad SAW dan keluarganya, lalu dilanjutkan dengan permohonan perlindungan dari segala keburukan, ampunan atas dosa, dijauhkan dari penyesalan di akhir hayat, serta diberi kelapangan hidup, kesehatan, keselamatan, dan ketakwaan. Intinya, doa ini mencakup kebutuhan dunia sekaligus akhirat.
Doa kedua yang juga populer terdapat dalam kitab-kitab perukunan Melayu. Pembukaannya adalah:
اللّٰهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ…
Maknanya adalah permohonan agar bila seseorang tercatat sebagai orang yang celaka, sempit rezeki, atau jauh dari kebaikan, maka Allah berkenan mengubahnya menjadi hamba yang bahagia, diluaskan rezekinya, serta diberi taufik dalam ketaatan. Doa ini juga memohon perlindungan dari berbagai musibah, baik yang terlihat maupun yang tidak diketahui.
