Salah satu tradisi yang dikenal adalah makan bersama keluarga atau komunitas sebagai simbol kebersamaan. Hidangan khas tertentu juga disajikan, melambangkan harapan akan kemakmuran dan kebahagiaan. Di beberapa tempat, Cap Go Meh juga dikaitkan dengan ritual tertentu yang diwariskan secara turun-temurun.
•Cap Go Meh dan Status Libur Nasional
Berbeda dengan Tahun Baru Imlek yang telah ditetapkan sebagai hari libur nasional, Cap Go Meh bukan hari libur nasional di Indonesia. Meski demikian, perayaannya tetap berlangsung meriah, terutama di daerah dengan komunitas Tionghoa yang besar.
Beberapa pemerintah daerah bahkan mendukung perayaan Cap Go Meh melalui agenda budaya dan pariwisata. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun tidak termasuk hari libur resmi, Cap Go Meh memiliki nilai sosial dan budaya yang kuat di tengah masyarakat.
•Dampak Sosial dan Ekonomi
Baca Juga:Sony Xperia Kembali Menantang Raksasa Smartphone Lewat Teknologi Kamera Kelas ProfesionalInfinix XOS 16 Resmi Meluncur: Desain Lebih Bersih, Fitur AI Makin Pintar, dan Performa Sistem yang Lebih Ring
Perayaan Cap Go Meh turut memberikan dampak positif terhadap sektor ekonomi, khususnya pariwisata dan UMKM. Festival dan acara budaya menarik kunjungan wisatawan, baik lokal maupun dari luar daerah. Pelaku usaha kuliner, kerajinan, dan jasa pariwisata mendapatkan manfaat dari meningkatnya aktivitas masyarakat.
Selain itu, Cap Go Meh juga menjadi ruang interaksi sosial lintas budaya. Tidak hanya masyarakat Tionghoa, warga dari berbagai latar belakang turut menikmati perayaan ini. Hal ini memperkuat nilai toleransi dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
•Cap Go Meh sebagai Simbol Keberagaman
Di Indonesia, Cap Go Meh memiliki makna lebih luas sebagai simbol keberagaman dan harmoni. Perayaan ini mencerminkan bagaimana tradisi budaya dapat hidup berdampingan dalam masyarakat multikultural. Kehadiran Cap Go Meh dalam ruang publik menunjukkan bahwa budaya tidak bersifat eksklusif, melainkan dapat dirayakan bersama.
Seiring waktu, Cap Go Meh tidak hanya dipandang sebagai ritual keagamaan, tetapi juga sebagai warisan budaya yang memperkaya identitas bangsa. Pemerintah daerah dan komunitas budaya terus berupaya melestarikan tradisi ini agar tetap relevan bagi generasi muda.
•Cap Go Meh di Era Modern
Di era digital, informasi mengenai kapan Cap Go Meh dirayakan semakin mudah diakses. Media sosial, kalender digital, dan platform informasi publik memudahkan masyarakat untuk mengetahui jadwal perayaan. Perayaan Cap Go Meh pun mengalami adaptasi, dengan banyak acara yang dikemas lebih modern tanpa menghilangkan nilai tradisionalnya.
