Dicoret dari Bansos? Jangan Panik! 3,9 Juta Warga Justru Dapat Modal Usaha Rp5 Juta

Dicoret dari Bansos? Jangan Panik! 3,9 Juta Warga Justru Dapat Modal Usaha Rp5 Juta
Ilustrasi AI
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Kabar mengejutkan datang dari Kementerian Sosial. Sebanyak 3,9 juta orang tidak lagi tercatat sebagai penerima bantuan sosial (bansos) pada 2025. Namun, pencoretan ini bukan berarti mereka “ditinggalkan” pemerintah. Justru sebaliknya, jutaan warga tersebut diarahkan masuk ke program pemberdayaan ekonomi agar bisa mandiri dan tidak terus bergantung pada bantuan tunai.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menjelaskan, jutaan penerima yang keluar dari daftar bansos terjadi karena proses penyesuaian desil, graduasi, serta pemutakhiran data sosial ekonomi. Artinya, banyak keluarga yang dinilai kondisinya sudah membaik atau tidak lagi masuk kategori paling rentan.

“Yang keluar itu bukan dilepas begitu saja, tapi diarahkan ke pemberdayaan supaya mandiri,” ujar Gus Ipul di Kantor Kemensos, Jakarta.

Baca Juga:Tanggal Penting Mudik Gratis Lebaran 2026: Jateng Siapkan 302 Bus & 2 Kereta Api ke 35 Daerah, Ini Cara DaftarAnggaran MBG di APBN 2026 Jauh Lebih Besar Dibanding Beasiswa KIP Kuliah

Salah satu skema yang disiapkan adalah bantuan modal usaha sebesar Rp5 juta per keluarga. Dana ini digunakan untuk usaha produktif sederhana namun berkelanjutan. Gus Ipul memberi contoh, penerima bisa membeli sekitar 25 ayam petelur. Dari hasil penjualan telur, keluarga tersebut diperkirakan bisa memperoleh pendapatan lebih dari Rp200 ribu per bulan.

Menurutnya, ketika penghasilan sudah melampaui nilai bansos rutin, maka keluarga tersebut masuk kategori lebih berdaya dan siap mandiri. Ukuran sederhananya adalah tidak lagi bergantung pada bantuan konsumtif, melainkan punya sumber penghasilan sendiri.

Tak hanya itu, Kemensos juga melakukan evaluasi besar-besaran terhadap data penerima. Setelah terbit Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025, Kemensos bersama Badan Pusat Statistik melakukan ground check ke lapangan. Dari total 35 juta data, sekitar 12 juta keluarga sudah dicek langsung ke rumah masing-masing.

Hasilnya cukup mengejutkan. Ditemukan penerima yang sebenarnya sudah tak layak, bahkan ada indikasi penyalahgunaan. Kemensos pun menggandeng PPATK untuk menelusuri dugaan penerima yang terlibat judi online, serta bekerja sama dengan BKN guna memastikan tidak ada ASN yang masih menerima bansos.

Dari proses koreksi tersebut, jutaan data telah dialihkan. Ke depan, Kemensos menargetkan 300 ribu keluarga lagi lulus dari bansos pada 2026 melalui skema pemberdayaan.

Pemerintah menegaskan, graduasi bansos bukan hukuman, melainkan tanda keberhasilan. Tujuannya jelas: mengubah penerima bantuan menjadi pelaku usaha kecil yang mandiri, sehingga bansos bisa difokuskan pada warga yang benar-benar membutuhkan.

0 Komentar