RADARCIREBON.TV – Dinamika pasar kripto kembali berada dalam fase krusial. Raja aset digital, Bitcoin ($BTC), saat ini terpantau tengah berjuang keras mempertahankan posisinya di level psikologis $70.000. Tekanan hebat ini bukanlah tanpa sebab; melesatnya performa Indeks Dolar AS (DXY) ke titik tertingginya dalam sembilan bulan terakhir menjadi faktor utama yang menghambat laju pemulihan aset kripto di awal tahun 2026 ini.
Dolar Perkasa, Bitcoin Merana
Berdasarkan data pasar yang dihimpun, Indeks Dolar AS (DXY) menunjukkan performa yang sangat impresif dalam waktu singkat. Sejak periode 27 Januari hingga 5 Februari 2026, DXY tercatat meroket sebesar 2,30%, bergerak dari level 95,565 menuju 97,775. Kenaikan dalam dua hari berturut-turut tersebut menjadi yang terkuat dalam hampir setahun terakhir.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan nasib Bitcoin. Setelah sempat menyentuh level tinggi di kisaran $89.375, $BTC harus rela terkoreksi lebih dari 20% dan kini tertahan di area $71.000. Penurunan ini menegaskan korelasi negatif yang kuat antara penguatan mata uang fiat Amerika Serikat terhadap minat investor pada aset berisiko.
Daftar Faktor Utama Pemicu Tekanan Pasar
Baca Juga:Big Match BRI Super League: Prediksi Bali United vs Persebaya 7 Februari 2026Makin Sadis! Resmi! Persija Jakarta Rekrut Cyrus Margono Jadi Benteng Terakhir Persija
Mengapa Dolar AS tiba-tiba menguat begitu tajam dan menyudutkan Bitcoin? Berikut adalah daftar penyebab utama berdasarkan analisis fundamental terkini:
- Sentimen Hawkish dari Calon Ketua Fed Baru: Penunjukan Kevin Warsh sebagai kandidat kuat Ketua Federal Reserve membawa angin segar bagi Dolar, namun menjadi awan mendung bagi kripto. Warsh dikenal memiliki rekam jejak sebagai “policy hawk” yang cenderung mendukung kebijakan suku bunga ketat dan berhati-hati dalam melakukan pemangkasan bunga.
- Menanti Data Ketenagakerjaan (Nonfarm Payrolls): Pasar sedang dalam posisi wait and see terhadap rilis data tenaga kerja AS. Meskipun sempat mengalami hambatan akibat government shutdown, ekspektasi bahwa data ini akan menunjukkan stabilitas ekonomi AS membuat Dolar kian diminati sebagai aset aman (safe haven).
- Peningkatan Biaya Peluang (Opportunity Cost): Ketika nilai Dolar menguat, biaya untuk memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil langsung seperti Bitcoin dan emas menjadi lebih mahal. Hal ini memicu investor untuk memindahkan likuiditas mereka kembali ke instrumen berbasis Dolar.
