RADARCIREBON.TV – Ibu kota bersiap tampil total! Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 di Jakarta dipastikan berlangsung jauh lebih semarak, megah, dan menyebar ke berbagai titik strategis kota. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi menetapkan Lapangan Banteng sebagai lokasi puncak perayaan Imlek pada 28 Februari 2026, sementara Cap Go Meh akan digelar meriah di kawasan Pecinan legendaris Glodok pada 3 Maret 2026.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono, menyebut rangkaian acara ini merupakan kolaborasi antara Pemprov DKI dan Pemerintah Pusat. Persiapan disebut sudah matang agar masyarakat dari berbagai latar belakang bisa ikut merasakan kemeriahan dalam suasana yang aman, tertib, dan penuh kebersamaan.
Tak hanya terpusat di satu lokasi, perayaan Imlek tahun ini akan menghidupkan wajah Jakarta secara menyeluruh. Kawasan Sudirman-Thamrin disulap menjadi koridor festival dengan beragam pertunjukan budaya. Atraksi barongsai, parade seni tradisional, pertunjukan musik, hingga festival cahaya (light festival) akan memanjakan pengunjung, terutama pada malam hari. Konsep visualnya dibuat modern, cerah, dan sangat fotogenik, menjadikan Jakarta destinasi perayaan yang ramah wisata.
Baca Juga:Tanggal Penting Mudik Gratis Lebaran 2026: Jateng Siapkan 302 Bus & 2 Kereta Api ke 35 Daerah, Ini Cara DaftarAnggaran MBG di APBN 2026 Jauh Lebih Besar Dibanding Beasiswa KIP Kuliah
Salah satu daya tarik utama adalah ornamen shio kuda raksasa di Bundaran HI. Instalasi ini akan dipadukan dengan tata cahaya artistik yang dramatis, mengingatkan publik pada kemeriahan Jakarta Light Festival sebelumnya. Pemerintah berharap ikon ini menjadi spot favorit warga untuk berfoto sekaligus simbol energi dan semangat baru di tahun Imlek.
Tak berhenti di situ, Pemprov DKI juga menggelar lomba dekorasi lampion antar gedung di Jakarta. Hingga kini, sudah 98 gedung berpartisipasi, menunjukkan antusiasme tinggi dunia usaha dan perkantoran dalam menyemarakkan perayaan. Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen Jakarta sebagai kota yang inklusif dan terbuka terhadap keberagaman budaya.
Menurut Pramono, tujuan utama perayaan ini bukan hanya hiburan, tetapi juga memperkuat pesan persatuan. Jakarta ingin menunjukkan bahwa ruang publik bisa menjadi tempat semua komunitas merayakan hari besar dengan damai.
Menariknya, setelah Imlek dan Cap Go Meh usai, Jakarta langsung bersiap menyambut Ramadan hingga Idulfitri. Mulai 18 Februari, dekorasi kota akan kembali berganti nuansa, menandai periode panjang perayaan keagamaan di ibu kota.
