RADARCIREBON.TV- Pemerintah kembali menyiapkan strategi untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat saat periode libur Lebaran melalui penerapan Work From Anywhere (WFA).
Kebijakan ini menjadi salah satu langkah antisipatif untuk menekan kepadatan arus mudik, sekaligus menjaga kelangsungan pelayanan publik dan produktivitas kerja, terutama di sektor pemerintahan dan instansi tertentu.
WFA saat libur Lebaran bukanlah kebijakan baru, namun dalam beberapa tahun terakhir penerapannya semakin dimatangkan seiring meningkatnya kebutuhan akan fleksibilitas kerja. Skema ini memungkinkan pegawai bekerja dari lokasi mana pun tanpa harus hadir secara fisik di kantor, selama target dan tanggung jawab pekerjaan tetap terpenuhi.
Baca Juga:Sony Xperia Kembali Menantang Raksasa Smartphone Lewat Teknologi Kamera Kelas ProfesionalInfinix XOS 16 Resmi Meluncur: Desain Lebih Bersih, Fitur AI Makin Pintar, dan Performa Sistem yang Lebih Ring
Latar Belakang Penerapan WFA Lebaran
Libur Lebaran selalu identik dengan pergerakan masyarakat dalam jumlah besar. Tradisi mudik menyebabkan lonjakan signifikan di jalur transportasi darat, laut, dan udara. Untuk mengurangi tekanan pada infrastruktur transportasi, pemerintah mendorong pola kerja fleksibel menjelang dan setelah Hari Raya Idulfitri.
Melalui WFA, pegawai dapat mulai bekerja dari kampung halaman atau lokasi lain sebelum masa cuti bersama berakhir. Dengan demikian, arus mudik dan arus balik tidak menumpuk pada waktu yang sama. Skema ini juga diharapkan dapat menekan risiko keterlambatan kerja akibat kemacetan panjang atau kendala transportasi.
WFA Bukan Libur Tambahan
Pemerintah menegaskan bahwa WFA tidak dapat disamakan dengan libur tambahan. Pegawai yang menjalani WFA tetap memiliki kewajiban menyelesaikan tugas, mengikuti rapat daring, serta menjaga kinerja sesuai standar yang telah ditetapkan. Pengawasan kinerja tetap dilakukan melalui sistem pelaporan dan evaluasi berbasis digital.
Kebijakan ini umumnya diterapkan secara selektif, terutama bagi unit kerja yang memungkinkan pelaksanaan tugas secara daring. Sementara itu, sektor pelayanan publik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat tetap menjalankan sistem kerja bergilir atau penyesuaian jadwal agar layanan tetap berjalan optimal selama libur Lebaran.
•Dampak Positif bagi Mobilitas dan Lingkungan
Penerapan WFA selama libur Lebaran dinilai memberikan dampak positif terhadap pengurangan kepadatan lalu lintas. Dengan berkurangnya jumlah pekerja yang harus kembali ke kota secara bersamaan, volume kendaraan di jalan tol dan jalur utama dapat ditekan.
