RADARCIREBON.TV – Pencabutan izin usaha Perumda BPR Bank Cirebon di Kota Cirebon oleh otoritas perbankan menjadi pukulan keras bagi kepercayaan publik terhadap sektor BPR di wilayah Ciayumajakuning.
Kekhawatiran pun merebak, terutama di tengah masyarakat yang selama ini menggantungkan layanan keuangan pada bank-bank daerah.
Namun di saat satu BPR harus berhenti beroperasi, PT BPR Cirebon Jabar justru berdiri di sisi yang berlawanan dari krisis. Bank milik Pemerintah Kabupaten Cirebon dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat itu menutup tahun 2025 dengan kinerja gemilang dan memasuki 2026 dalam kondisi keuangan yang solid, aman, dan terkendali.
Baca Juga:BPR Bank Cirebon Bangkrut, Izin Usaha Dicabut, Ini Kronologis Lengkapnya!OJK Cabut Izin Usaha Perumda BPR Bank Cirebon – Video
Bank Cirebon Jabar mencatat laba bersih Rp20,19 miliar sepanjang 2025, melonjak tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka Rp8,15 miliar. Lonjakan laba ini menjadi penanda penting: di tengah gejolak dan ketidakpastian, kepercayaan publik terhadap bank daerah Kabupaten Cirebon justru menguat.
Tahun buku 2025 ditutup Bank Cirebon Jabar dengan performa yang mencolok. Laba bersih menembus Rp20,19 miliar, lonjakan tajam dari capaian tahun sebelumnya yang berada di angka Rp8,15 miliar. Sebuah pencapaian yang bukan sekadar angka, melainkan sinyal kuat bahwa kepercayaan publik terhadap bank daerah ini tetap solid dan terjaga.
Direktur Operasional Bank Cirebon Jabar, Dini Rahmawati, menegaskan bahwa kondisi bank saat ini sehat, aman, dan terkendali. Seluruh indikator utama menunjukkan tren positif sepanjang 2025.
“Hingga Desember 2025, aset kami tumbuh dari Rp443 miliar menjadi Rp476 miliar. Penyaluran kredit meningkat dari Rp260 miliar menjadi Rp279 miliar, dan simpanan nasabah naik dari Rp376 miliar menjadi Rp392 miliar,” ujar Dini, Selasa (10/2/2026).
Pertumbuhan tersebut mencerminkan denyut kepercayaan masyarakat yang terus mengalir. Di tengah gempuran isu, nasabah tidak menarik diri. Sebaliknya, dana masyarakat justru bertambah, kredit tumbuh, dan aktivitas perbankan berjalan normal.
Menurut Dini, hal ini tak lepas dari prinsip kehati-hatian yang konsisten dijaga manajemen. Bank Cirebon Jabar memilih bertumbuh secara terukur, tidak tergoda ekspansi agresif yang berisiko, serta selalu menempatkan keamanan dana nasabah sebagai prioritas utama.
“Dana masyarakat aman. Seluruh simpanan dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan operasional kami berada di bawah pengawasan ketat Otoritas Jasa Keuangan. Nasabah tidak perlu khawatir,” tegasnya.
