Baca Doa Ini, Doa Yang Menembus Langit Saat Ramadhan

Doa Ramadhan
Doa menembus langit Foto : Ai
0 Komentar

Artinya:

Ya Allah, aku berlindung dengan ridha-Mu dari murka-Mu, dan dengan ampunan-Mu dari siksa-Mu. Aku berlindung kepada-Mu dari-Mu. Aku tak mampu menghitung pujian atas-Mu sebagaimana Engkau memuji diri-Mu.

3. Doa Malam Lailatul Qadar

Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annii.

Artinya:

Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.

Baca Juga:10 Amalan Mulia di Bulan Ramadhan: Jalan Sunyi Menuju Ampunan dan KemuliaanDeretan Tren Vibes Ramadhan yang Mendominasi Tahun Ini

Malam Lailatul Qadar diyakini hadir di malam-malam ganjil sepuluh terakhir Ramadan. Inilah malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Kapan lagi satu malam bisa mengubah takdir setahun, bahkan seumur hidup?

4. Doa Berbuka Puasa

Allahumma laka shumtu, wa ‘ala rizqika afthortu, dzaHabazhzhomaa u, wabtallatil ‘uruuqu, wa tsabatal ajru insyaa Allahu.

Artinya:

Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa dan dengan rezeki-Mu aku berbuka. Dahaga telah hilang, urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan, insya Allah.

Detik berbuka adalah salah satu waktu paling mustajab. Saat tubuh lemah, hati justru kuat. Saat lapar memuncak, doa justru melesat.

5. Doa Setelah Salat Jumat

Membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas masing-masing tujuh kali setelah salat Jumat, sebagai ikhtiar perlindungan hingga Jumat berikutnya.

Ramadan: Momentum Emas yang Tak Datang Dua Kali

Ramadan adalah undangan langit. Bulan ketika pahala dilipatgandakan, dosa diampuni, dan pintu surga dibuka lebar. Bahkan satu amal sunnah nilainya seperti wajib di bulan lain.

Kapan lagi suara kita didengar dengan janji tak tertolak? Kapan lagi doa orang berpuasa dijanjikan tak akan diabaikan?

Baca Juga:Hajar Sociedad, Real Madrid Sukses Gusur Barcelona Dari Puncak Klasemen La LigaBPJS PBI Nonaktif, DPRD Kabupaten Cirebon Pastikan Pasien Cuci Darah Tetap Dilayani

Kapan lagi Allah menyeru di sepertiga malam: “Siapa yang meminta, akan Aku beri?”

Jawabannya: Ramadan.

Maka jangan biarkan bulan ini berlalu tanpa sujud yang panjang, tanpa doa yang sungguh-sungguh, tanpa air mata yang tulus. Bisa jadi inilah Ramadan terakhir kita. Bisa jadi inilah kesempatan emas menembus langit.

Semoga Ramadan kali ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi momentum perubahan. Momentum taubat. Momentum doa yang benar-benar menembus langit. Aamiin.

0 Komentar