Mengapa Salat Tarawih Sangat Istimewah? Inilah Keutamaan di Bulan Suci Ramadhan

Salat Tarawih
Ilustrasi shalat tarawih berjamaah (freepik)
0 Komentar

RADARCIREBON.TV- Pada tanggal 17 Februari lalu, Menteri Agama, Nasaruddin Umar dan MUI telah menetapkan bahwa bulan Ramadhan akan dilaksanakan pada tanggal 18 Februari 2026.

Umat Islam di Indonesia sangat menantikan penetapan tersebut. Semua orang yang beragama Islam diwajibkan untuk berpuasa selama bulan Ramadhan, kecuali wanita yang berhalangan, orang yang sakit, dan orang yang musafir, dengan beberapa ketentuan.

Bulan Ramadhan memiliki banyak sekali kemuliaan dan keberkahan. Waktunya para umat berlomba-lomba memperbanyak ibadah, salah satu ibadah yang disunnahkan saat bulan Ramadhan dan hampir selalu dilakukan setiap malam adalah salat tarawih dan salat witir.

Baca Juga:Daftar Tim Lolos ke Babak 16 Besar ACL Elite 2025/2026, Jadwal Pertandingan dan BaganJadwal Sepak Bola Malam Ini 19-20 Februari 2026: Ada Pertandingan Liga Europa Temani Waktu Sahur-Mu

Secara umum, ibadah sunnah memiliki fungsi yang sangat krusial dalam catatan amal kita. Mengutip hadits riwayat Abu Daud, amal pertama yang akan dihisab pada hari kiamat adalah sholat.

Allah SWT akan menilai kesempurnaan sholat wajib seorang hamba. Jika ada kekurangan, Dia memerintahkan malaikat-Nya untuk melihat apakah hamba tersebut memiliki amalan sunnah yang dapat menyempurnakan kekurangan sholat wajibnya.

Dengan demikian, salat tarawih dan witir di bulan Ramadhan merupakan “investasi” terbaik untuk menambal kekurangan sholat fardu kita sepanjang tahun. Nah kali ini kita akan membahas mengenai sejarah singkat dan keutamaan salat tarawih.

Sejarah singkat salat tarawih

Istilah “Tarawih” sendiri sebenarnya tidak dikenal di zaman Rasulullah SAW. Saat itu, istilah yang digunakan adalah Qiyam Ramadhan.

Mengutip catatan dari Imam Ibnu Hajar dalam Fath al-Bari, nama tarawih baru muncul di era sahabat. Pada masa Khalifah Umar bin Khattab, jamaah sholat malam diatur sebanyak 20 rakaat dengan jeda istirahat setiap selesai empat rakaat (dua kali salam).

Kata “Tarawih” merupakan bentuk jamak dari tarwihah yang berarti istirahat. Karena dalam rangkaian salat tersebut terdapat banyak waktu istirahat (istirahat digunakan untuk thawaf atau berzikir), maka salat tersebut akhirnya dikenal dengan nama salat tarawih hingga saat ini.

Namun, ada beberapa ulama yang menyebutkan, salat Tarawih cukup dilakukan sebanyak 8 rakaat bulan 20 rakaat seperti anjuran Khalifah Umar bin Khattab dengan ketentuan yang serupa, yaitu jeda istirahat setaip selesai empat rakaat.

0 Komentar