Tata Cara Shalat Tarawih 11 Rakaat dengan Pola 4-4-3: Penjelasan Lengkap dan Langkah-langkah Pelaksanaannya

Shalat Tarawih
Shalat Tarawih 11 rakaat dengan pola 4-4-3 dapat dilaksanakan sendiri atau berjamaah. Foto: Ilustrasi AI
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Shalat Tarawih merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan pada bulan Ramadhan, dilakukan setelah shalat Isya. Salah satu pola pelaksanaan yang banyak diikuti adalah 11 rakaat dengan pembagian 4 rakaat, 4 rakaat, dan 3 rakaat (dimana 3 rakaat terakhir merupakan shalat Witir).

Pola ini menggabungkan keutamaan melaksanakan jumlah rakaat yang cukup banyak dengan kenyamanan tidak terlalu melelahkan, sehingga cocok bagi mereka yang ingin menjalankan ibadah dengan khusyuk.

Secara sejarah, shalat Tarawih awalnya dikerjakan dalam jumlah yang bervariasi, namun kesepakatan umat muslim menyatakan bahwa ibadah ini dapat dilakukan dengan jumlah rakaat genap (untuk bagian Tarawih) dan ganjil (untuk Witir). Pola 4-4-3 menjadi pilihan populer karena memungkinkan pelaksanaannya dengan ritme yang teratur dan memberikan kesempatan untuk membaca Al-Qur’an secara lebih rinci di setiap bagian rakaat.

Tata Cara Pelaksanaan Shalat Tarawih 11 Rakaat (4-4-3)

1. Persiapan Sebelum Shalat

Baca Juga:Cara Membersihkan Nama SLIK di OJK: Panduan Lengkap Memperbaiki Profil KeuanganEmas Naik Sampai Kapan? Tren Meningkat, Bahkan Ada Proyeksi Hingga US$6.000

Sebelum memulai shalat, pastikan Anda telah melakukan wudhu dengan benar dan berada dalam keadaan suci dari hadats. Pilihlah tempat shalat yang bersih, tenang, dan menghadap kiblat. Bagi yang melaksanakannya sendiri, siapkan mushaf Al-Qur’an jika ingin membaca surat-surat lebih panjang. Jika melakukannya berjamaah, pastikan untuk mengikuti imam dengan benar dan menjaga jarak yang sesuai.

2. Niat Shalat Tarawih

Niat harus diucapkan dalam hati sebelum memulai setiap bagian rakaat.

• Jika sebagai imam:اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا لِلهِ تَعَالَىUshalli sunnatat Tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an imāman lillāhi ta‘ālā.Artinya: “Aku menyengaja shalat sunnah Tarawih dua rakaat menghadap kiblat, tunai sebagai imam karena Allah SWT.”

• Jika sebagai makmum:اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَىUshalli sunnatat Tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an ma’mūman lillāhi ta‘ālā.Artinya: “Aku menyengaja shalat sunnah Tarawih dua rakaat menghadap kiblat, tunai sebagai makmum karena Allah SWT.”

• Jika sendirian:اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَىUshalli sunnatat tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an lillāhi ta‘ālā.Artinya: “Aku menyengaja shalat sunnah Tarawih dua rakaat menghadap kiblat, tunai karena Allah SWT.”

0 Komentar