RADARCIREBON.TV – Di tengah tekanan perburuan gelar, Arsenal kembali menunjukkan mental baja. Korban terbarunya adalah rival sekota, Chelsea, yang dipaksa pulang dari Emirates Stadium dengan kekalahan 1-2 dalam laga penuh intensitas dan drama.
Yang membuat pertandingan ini terasa janggal sekaligus mengejutkan adalah cara ketiga gol tercipta. Bukan dari skema open play yang rumit. Bukan dari serangan balik cepat. Melainkan dari situasi yang sama: sepak pojok.
Arsenal langsung mengambil inisiatif sejak peluit awal dibunyikan. Tekanan demi tekanan dilancarkan dari sisi sayap, memaksa lini belakang Chelsea bekerja ekstra. Gol pembuka akhirnya lahir pada menit ke-21. Sepak pojok yang dieksekusi akurat oleh Bukayo Saka meluncur ke jantung pertahanan. Bola sempat diarahkan ke tengah sebelum akhirnya disambar tandukan keras William Saliba. Emirates bergemuruh. Arsenal unggul 1-0.
Baca Juga:Jadwal Big Match Arsenal vs Chelsea Malam Ini: Jadwal Live TV dan Link Streaming ResmiDemiane Agustien Calon Pemain Timnas Indonesia Cetak Hattrick Bersama Arsenal
Chelsea tersentak, tetapi tidak runtuh. Menjelang turun minum, mereka mendapatkan situasi serupa. Kali ini giliran Reece James yang mengirim bola dari sudut lapangan. Crossing-nya memicu kemelut di depan gawang. Dalam upaya menghalau, Piero Hincapié justru salah mengantisipasi sehingga bola meluncur ke gawang sendiri. Skor berubah 1-1 pada menit 45+2. Lagi-lagi, sepak pojok menjadi sumber gol.
Babak kedua berjalan lebih keras. Arsenal seperti tidak terima kehilangan momentum. Serangan sporadis terus dikirimkan, memaksa Chelsea bertahan dalam tekanan. Dan lagi-lagi, sepak pojok menjadi pembeda.
Menit ke-66, Arsenal mendapat peluang dari sudut lapangan. Bola dikirim melengkung ke kotak penalti, dan Jurriën Timber melompat paling tinggi. Sundulannya tajam dan tak mampu dijangkau kiper. Gol ketiga dalam laga ini. Gol ketiga dari sepak pojok. Skor 2-1 untuk tuan rumah.
Petaka Chelsea belum selesai. Empat menit berselang, Pedro Neto melakukan pelanggaran tak perlu dan menerima kartu kuning kedua. Chelsea harus bermain dengan sepuluh orang saat mereka justru membutuhkan fokus penuh untuk mengejar ketertinggalan.
Hingga peluit akhir, Arsenal mampu mengendalikan tempo permainan. Tambahan tiga poin membuat mereka kokoh di puncak klasemen dengan 64 poin, memperlebar jarak dari pesaing terdekat dan menjaga momentum dalam perburuan gelar. Konsistensi mereka dalam beberapa pekan terakhir menjadikan Arsenal tim paling stabil di papan atas.
