RADARCIREBON.TV – Sepak bola selalu menyimpan ruang bagi keajaiban. Dan malam itu, Persita Tangerang membuktikan satu hal penting: pertandingan belum selesai sebelum peluit panjang dibunyikan. Sempat tertinggal dua gol, Pendekar Cisadane menunjukkan mental baja dan membalikkan keadaan menjadi kemenangan 4-2 atas PSM Makassar.
Laga baru berjalan sembilan menit ketika tuan rumah PSM Makassar mendapat hadiah penalti. Yuran Fernandez Lopez maju sebagai algojo dan sukses menjalankan tugasnya. Stadion bergemuruh. Tekanan semakin berat bagi Persita ketika pada menit ke-26, Aloisio Neto menggandakan keunggulan Juku Eja. Skor 2-0 membuat banyak pihak mungkin mengira pertandingan akan berjalan satu arah.
Namun, justru dalam situasi sulit itulah karakter sejati diuji. Persita tak kehilangan arah. Mereka tetap mencoba membangun serangan dengan sabar. Hasilnya mulai terlihat pada menit ke-35. Pelanggaran di kotak terlarang membuat wasit menunjuk titik putih untuk Persita. Andrejic tampil tenang dan memperkecil ketertinggalan. Gol itu seperti menyuntikkan energi baru.
Baca Juga:Prediksi PSM Makassar vs Persita Tangerang di Pekan ke-24 BRI Super League 2025/2026: Duel Sengit di ParepareDewa United Menang Tanpa Ivar Jenner Saat Tumbangkan Persita Tangerang, Ini Alasan Jan Olde Riekerink
Hanya dua menit berselang, publik tuan rumah kembali terdiam. Pablo Ganet melepaskan penyelesaian yang tak mampu dibendung kiper PSM. Skor berubah menjadi 2-2 dalam tempo singkat. Momentum berbalik.
Babak kedua berlangsung lebih intens. PSM mencoba kembali mengontrol permainan, tetapi Persita bermain lebih disiplin dan penuh keyakinan. Mereka tak lagi sekadar bertahan. Serangan-serangan cepat yang dibangun mulai merepotkan lini belakang PSM.
Menit ke-77 menjadi titik balik sempurna. Rodriguez mencetak gol ketiga bagi Persita. Kali ini, keunggulan benar-benar berpindah tangan. PSM yang sebelumnya percaya diri, justru terlihat kehilangan ritme.
Belum selesai sampai di situ. Menjelang akhir laga, tepatnya menit ke-88, Hokky Caraka memastikan kemenangan lewat gol penutup yang mematikan. Skor 4-2 menjadi bukti nyata bahwa kerja keras dan mentalitas pantang menyerah bisa mengubah nasib dalam hitungan menit.
Kemenangan ini bukan sekadar tambahan tiga poin. Ini adalah pernyataan sikap. Bahwa dalam sepak bola, seperti dalam kehidupan, batas perjuangan adalah peluit panjang. Selama waktu masih tersisa, harapan tak boleh padam.
Tambahan poin membawa Persita bertengger di posisi keenam klasemen dengan koleksi 38 angka. Sebaliknya, PSM Makassar harus puas tertahan di peringkat ke-13 dengan 23 poin.
