THR Ojol 2026 Cair Berapa? Ini Skema Bonus Hari Raya untuk Mitra Gojek dan Grab

THR Ojol
Secara hukum ketenagakerjaan, THR diatur dalam regulasi Kementerian Ketenagakerjaan dan wajib diberikan kepada pekerja dengan status hubungan kerja formal. Foto: gojekIndonesia/tangkap layar - radarcirebon.tv
0 Komentar

RADARCIREBON.TV- Menjelang Hari Raya Idulfitri, pertanyaan soal THR ojol berapa kembali ramai diperbincangkan di kalangan mitra pengemudi ojek online.

Setiap tahun, isu Tunjangan Hari Raya (THR) untuk driver transportasi daring selalu menjadi sorotan karena status mereka sebagai mitra, bukan karyawan tetap perusahaan aplikasi.

Hingga saat ini, belum ada regulasi khusus yang mewajibkan perusahaan aplikasi memberikan THR seperti halnya perusahaan kepada karyawan formal. Namun dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan ride-hailing seperti Gojek dan Grab umumnya memberikan Bonus Hari Raya (BHR) atau insentif khusus menjelang Lebaran kepada mitra yang memenuhi kriteria tertentu.

Baca Juga:Pemerintah Pastikan 850 Ribu Ojol Terima BHR Sebelum Lebaran, Ini Jadwalnya!THR Ojol 2026 Cair Kapan? Ini Jadwal, Skema, dan Fakta Terbaru yang Wajib Diketahui Mitra Pengemudi

Apakah Ojol Dapat THR?

Secara hukum ketenagakerjaan, THR diatur dalam regulasi Kementerian Ketenagakerjaan dan wajib diberikan kepada pekerja dengan status hubungan kerja formal. Sementara itu, pengemudi ojol berstatus mitra, bukan pegawai tetap. Karena itu, istilah yang digunakan perusahaan biasanya bukan “THR”, melainkan bonus atau insentif Hari Raya.

Meski demikian, pemerintah dalam beberapa kesempatan mendorong perusahaan aplikasi untuk memberikan bentuk apresiasi kepada mitra pengemudi menjelang Lebaran. Besaran dan skemanya berbeda-beda setiap tahun, tergantung kebijakan masing-masing perusahaan serta performa mitra.

THR Ojol 2026 Cair Berapa?

Karena belum ada pengumuman resmi untuk 2026, besaran THR atau BHR ojol masih mengacu pada pola tahun-tahun sebelumnya. Umumnya, bonus yang diberikan bervariasi tergantung:

  1. Tingkat keaktifan mitra
  2. Jumlah order yang diselesaikan
  3. Rating atau performa layanan
  4. Status keanggotaan (misalnya mitra prioritas)

Pada periode sebelumnya, nominal bonus berkisar dari ratusan ribu rupiah hingga lebih dari Rp1 juta untuk mitra dengan performa tinggi dan tingkat keaktifan maksimal. Namun nominal tersebut tidak berlaku merata untuk semua driver.

Beberapa mitra dengan aktivitas rendah atau yang baru bergabung biasanya tidak mendapatkan bonus penuh, atau bahkan tidak menerima insentif jika tidak memenuhi syarat minimal.

•Skema Perhitungan Bonus

Masing-masing platform memiliki sistem perhitungan tersendiri. Secara umum, indikator yang digunakan meliputi:

  1. Jumlah trip atau order dalam periode tertentu
  2. Misalnya, minimal sekian ratus perjalanan dalam 1-3 bulan terakhir.
  3. Tingkat penyelesaian order
  4. Mitra dengan tingkat pembatalan rendah cenderung mendapat prioritas.
  5. Rating pelanggan
  6. Rating tinggi menjadi indikator kualitas layanan.
  7. Kepatuhan terhadap aturan platform
0 Komentar