Aksi dugaan hipnotis dengan modus menawarkan produk madu terjadi di kawasan Perumahan BDI di Kabupaten Indramayu. Pelaku yang datang seorang diri terekam kamera CCTV berkeliling lingkungan sebelum mendatangi korban yang sedang menjemur pakaian.
Kasus dugaan hipnotis terjadi di kawasan Perumahan BDI 3, Desa Tambak, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu pada Selasa siang. Pelaku yang datang seorang diri diduga menyasar warga yang sedang beraktivitas di rumah saat kondisi lingkungan sedang sepi.
Berdasarkan rekaman kamera pengawas atau CCTV, pelaku terlihat berkeliling di sekitar wilayah perumahan pukul 14.17 WIB. Pelaku tersebut datang dengan menggunakan jaket hitam serta mengendarai sepeda motor jenis NMAX berwarna hitam.
Baca Juga:Sidang Kedua Kasus Pembunuhan Satu Keluarga Di Indramayu – VideoStrategi Penguatan Hortikultura Dan Perkebunan Di Kab. Cirebon – Video
Ketua RT setempat menjelaskan, pelaku sempat berhenti di depan rumah seorang warga yang sedang menjemur pakaian. Pelaku kemudian memarkirkan motornya dan menawarkan sejumlah produk berupa madu anak. Dalam penawarannya, pelaku mengaku memberikan harga khusus kepada korban. Produk yang awalnya ditawarkan dengan harga lebih dari satu juta rupiah, lengkap dengan iming-iming hadiah berupa etalase.
Namun setelah transaksi terjadi, korban baru menyadari bahwa dirinya telah membayar uang sebesar 1,1 juta hanya mendapatkan empat botol madu anak dengan harga yang dinilai tidak wajar. Dugaan hipnotis pun muncul karena korban mengaku tidak sepenuhnya menyadari proses transaksi tersebut.
Menindaklanjuti kejadian ini, pihak RT setempat langsung meningkatkan langkah pengamanan lingkungan. Sistem ronda keamanan kembali diperketat dengan patroli rutin oleh petugas keamanan, terutama pada jam-jam rawan saat siang hingga menjelang sore hari.
Selain itu, warga juga diminta untuk lebih waspada terhadap orang asing yang masuk ke lingkungan perumahan, serta mengaktifkan kembali kamera CCTV di sejumlah titik guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.