Jejak syiar Islam di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pada periode 1870 hingga awal 1900-an masih tersimpan rapi hingga kini. Sejumlah peninggalan sejarah menjadi bukti berkembangnya tradisi dakwah dan keilmuan Islam di wilayah pesisir utara Pulau Jawa tersebut.
Jejak syiar Islam di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pada periode 1870 hingga awal 1900-an masih tersimpan rapi hingga kini. Sejumlah peninggalan sejarah menjadi bukti. Salah satu peninggalan penting adalah Al-Qur’an tulis tangan dari lingkungan ulama Paoman.
Manuskrip ini menunjukkan kuatnya tradisi literasi keagamaan masyarakat Indramayu pada masa itu, sekaligus mencerminkan peran ulama dalam menyebarkan ajaran Islam melalui pendidikan dan pengajaran. Kini, manuskrip tersebut dirawat dan disimpan di Museum Bandar Cimanuk, Jalan Veteran, Kelurahan Lemahabang, Indramayu.
Baca Juga:Petugas Siaga Cegah Tawuran Di Babakan Gebang – VideoKDM Janji Akan Jemput Pulang Vina Gombang Dari China – Video
Ketua Yayasan Indramayu Historia Foundation, Nang Sadewo, mengungkapkan bahwa Al-Qur’an tulis tangan itu digunakan pada masa Syekh Abdul Manan, tokoh penting penyebaran Islam di Indramayu pada periode sekitar 1870 hingga awal abad ke-20.
Menurut Sadewo, Al-Qur’an tersebut ditemukan pada tahun 2017 dalam kondisi kurang terawat. Setelah melalui proses pembersihan dan konservasi, manuskrip itu kini dipelihara secara berkala untuk menjaga keutuhan dan keasliannya.
Selain Al-Qur’an tulis tangan, berbagai literatur keislaman seperti kitab tafsir, fikih, dan tasawuf juga berkembang di tengah masyarakat Indramayu pada masa itu. Hal ini menandakan kehidupan beragama tidak hanya berfokus pada praktik ibadah, tetapi juga pada pendalaman ajaran Islam secara luas.
Berbagai peninggalan tersebut menjadi saksi perjalanan panjang syiar Islam di Indramayu, sekaligus warisan nilai yang tetap relevan dalam membangun karakter masyarakat hingga hari ini.