Memasuki babak kedua, Tottenham mencoba bermain lebih agresif. Mereka berusaha mengejar ketertinggalan dengan meningkatkan intensitas serangan. Namun justru Atletico yang kembali menghukum mereka.
Pada menit ke-55, duet mematikan Atletico kembali bekerja. Antoine Griezmann mengirimkan umpan cerdas ke dalam kotak penalti yang langsung disambut oleh Julian Alvarez. Tanpa banyak kontrol, Alvarez melepaskan tembakan tajam yang bersarang di gawang Tottenham.
Gol tersebut menjadi gol kedua Alvarez di pertandingan ini sekaligus mengubah skor menjadi 5-1. Stadion kembali bergemuruh. Atletico benar-benar tampil tanpa ampun.
Baca Juga:Jadwal Pertandingan Atletico Madrid vs Real Sociedad di Final Copa de Rey 2026, Tanggal Berapa?Atletico Madrid Enggan Lepas Julian Alvarez, Meski Arsenal telah mengajukan tawaran sebesar 120 juta euro
Serangan demi serangan terus dilancarkan tuan rumah, membuat lini pertahanan Tottenham terlihat kewalahan sepanjang pertandingan.
Di menit ke-76, Tottenham akhirnya mampu menambah satu gol lagi. Kali ini penyerang Dominic Solanke mencetak gol setelah menerima umpan dari Pedro Porro. Solanke menuntaskan peluang dengan penyelesaian rapi yang membuat skor berubah menjadi 5-2.
Namun gol tersebut tidak mengubah kenyataan pahit yang harus diterima Tottenham.
Sisa pertandingan lebih banyak dikuasai Atletico Madrid yang bermain santai namun tetap berbahaya. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 5-2 tetap bertahan.
Kemenangan ini menjadi bukti betapa mengerikannya Atletico Madrid saat bermain di kandang sendiri. Dengan permainan agresif, pressing tanpa henti, dan serangan mematikan, mereka menghancurkan Tottenham tanpa belas kasihan.
Sementara bagi Tottenham Hotspur, kekalahan ini menjadi pukulan telak. Harapan mereka untuk melangkah lebih jauh di Liga Champions kini berada di ujung tanduk setelah malam yang benar-benar brutal di Madrid.
