Di titik ini, atmosfer stadion mulai terasa sunyi. Para suporter Atalanta tahu malam itu bukan milik mereka.
Olise Jadi Algojo
Namun Bayern belum selesai.
Pada menit ke-64, Michael Olise kembali mencetak gol keduanya setelah menerima umpan dari Alphonso Davies. Skor menjadi 5-0.
Olise tampil luar biasa. Setiap sentuhan bola berbahaya, setiap pergerakan menciptakan ruang. Ia bermain seperti sutradara sekaligus algojo di lini serang Bayern.
Baca Juga:Apakah Pertandingan Atalanta vs Bayern Munchen Babak 16 Besar Leg 1 Tayang di SCTV? Cek Jadwalnya di Sini!Bayern Hajar Gladbach 4-1, Kevin Diks Tak Berdaya di Tengah Dominasi Die Roten
Tak heran jika kemudian ia mendapatkan rating sempurna 10 dari SofaScore, sebuah nilai yang jarang sekali muncul dalam sepak bola modern.
Jamal Musiala Menutup Pesta
Penderitaan Atalanta semakin lengkap ketika bintang muda Bayern Jamal Musiala, yang baru pulih dari cedera dan masuk di babak kedua, ikut mencatatkan namanya di papan skor. Menit ke-67.
Umpan dari Nicolas Jackson diselesaikan dengan dingin oleh Musiala. 6-0.
Bayern tidak sekadar menang. Mereka menghancurkan struktur permainan Atalanta dari segala sisi.
Gol Hiburan yang Terlambat
Di masa injury time, tepatnya menit 90+3, Mario Pašalić akhirnya mencetak gol hiburan bagi Atalanta. Skor berubah menjadi 6-1.
Namun gol itu lebih terasa seperti catatan kaki dalam cerita kekalahan besar.
Statistik: Bukti Perbedaan
Jika ada yang masih meragukan siapa penguasa pertandingan, statistik menjawab semuanya.
Angkanya bahkan terlihat brutal.
Penguasaan Bola
Bayern Munich: 69%
Atalanta: 31%
Jumlah Operan
Bayern Munich: 691 operan
Atalanta: 291 operan
Selisih 400 operan.
Sebuah jurang kualitas yang sulit disembunyikan.
Total Tembakan
Bayern Munich: 25
Atalanta: 11
Angka-angka ini bukan sekadar statistik.
Ini adalah cerita tentang dominasi mutlak.
Bayern bermain seperti klub yang terbiasa berada di panggung besar Liga Champions. Sementara Atalanta malam itu tampak seperti tim yang datang tanpa rencana menghadapi badai.
Bayern Menunjukkan DNA Liga Champions
Baca Juga:Final Brutal Campeonato Brazil, Cruzeiro Vs Atletico Mineiro Diwarnai 23 Kartu MerahHapus Denda PBB dan Diskon 10 Persen Sampai Juni 2026, Kabar Gembira Untuk Warga Jawa Barat
Ada perbedaan besar antara tim yang sekadar ikut Liga Champions dan tim yang mewarisi DNA juara.
Bayern Munich sudah berkali-kali membuktikan hal itu.
Mereka tidak peduli bermain di kandang atau tandang. Tidak peduli atmosfer stadion. Tidak peduli reputasi lawan.
Yang mereka pedulikan hanya satu: mengontrol permainan dan menghancurkan lawan.
