RADARCIREBON.TV- Setelah serangan udara AS bersama Israel, pemerintah Iran mengumumkan bahwa tim sepak bola nasional mereka akan boikot Piala Dunia 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali, Rabu (11/3/2026).
“Menimbang bahwa rezim korup ini sudah membunuh pemimpin kami, dalam keadaan apa pun kami tidak bisa berpartisipasi di Piala Dunia,” kata Donyamali kepada televisi pemerintah Iran, dikutip dari Reuters.
Turnamen Piala Dunia 2026 segera digelar di tiga negara tuan rumah, yakni AS, Meksiko, dan Kanada, mulai 11 Juni sampai 19 Juli 2026.
Ajang tersebut menjadi edisi pertama Piala Dunia dengan 48 tim peserta.
Baca Juga:Nyicil Stok Buat Lebaran di Alfamart: Promo JSM 2026 Biskut dan Sirup Mulai Rp6.900 SajaJam Tayang Pertandingan Dewa United vs Manila Digger Leg 2 AFC Challenge League 2026 Hari Ini RCTI
Kasus Iran mundur dari Piala Dunia 2026 bukanlah yang pertama dalam sejarah Piala Dunia FIFA.
Walaupun jarang terjadi di putaran final modern, sejumlah negara atau kelompok negara pernah melakukan boikot Piala Dunia, entah karena alasan politik, ketidakadilan, atau sebagai bentuk protes.
Daftar Negara yang Pernah Boikot Piala Dunia
Dalam sejarah modern Piala Dunia, hampir tidak ada negara yang memboikot putaran final Piala Dunia setelah berhasil lolos kualifikasi karena alasan politik, setidaknya sebelum kasus Iran pada 2026.
Ancaman boikot memang pernah muncul, misal pada Piala Dunia 1978 di Argentina dan Piala Dunia 2022 di Qatar, tetapi tidak pernah benar-benar terealisasi.
Boikot paling berdampak terjadi pada Piala Dunia 1966, saat negara-negara Afrika menolak untuk berpartisipasi sejak babak kualifikasi. Tekanan tersebut akhirnya memaksa FIFA mereformasi sistem alokasi jatah negara Piala Dunia untuk setiap benua.
Berikut daftar negara yang pernah boikot Piala Dunia selain Timnas Iran.
Piala Dunia 1930 di Uruguay
Beberapa negara Eropa secara massal menolak hadir di Piala Dunia 1930. Hanya empat tim Eropa yang datang dari total 13 peserta, yakni Belgia, Prancis, Rumania, dan Yugoslavia.
Baca Juga:Veda Ega Pratama Bidik Hasil Maksimal di Moto3 Brasil 2026, Beginilah Cara Agar Tetap KompetitifRamalan Shio Babi 2026 di Tahun Kuda Api: Peluang Karier, Keuangan, dan Asmara
Itu pun, mereka datang ke Uruguay karena ada intervensi langsung dari Presiden FIFA Jules Rimet yang menjamin biaya perjalanan.
Jarak perjalanan ke Amerika Selatan terlalu jauh, sementara biaya perjalanan laut mahal, karena saat itu belum ada pesawat komersial. Kasus ini lebih dipicu faktor logistik ketimbang boikot politik.
