Piala Dunia 1934 di Italia
Uruguay (juara bertahan 1930) memutuskan boikot total Piala Dunia 1934. La Celeste protes karena banyak negara Eropa, sebelumnya menolak datang ke Piala Dunia 1930.
Di sisi lain, Inggris, Skotlandia, Wales, dan Irlandia (United Kingdom) juga menolak ikut meski diundang langsung. Alasannya, mereka menganggap kompetisi British Home Championship lebih bergengsi, dan pada saat itu mereka juga sedang “mengasingkan diri” dari FIFA.
Piala Dunia 1938 di Perancis
Uruguay dan Argentina memboikot Piala Dunia 1938, walau sebenarnya Argentina sempat mendaftar, sebelum akhirnya memutuskan mundur.
Baca Juga:Nyicil Stok Buat Lebaran di Alfamart: Promo JSM 2026 Biskut dan Sirup Mulai Rp6.900 SajaJam Tayang Pertandingan Dewa United vs Manila Digger Leg 2 AFC Challenge League 2026 Hari Ini RCTI
Kedua negara tersebut memprotes keputusan FIFA yang menggelar turnamen Piala Dunia di Eropa dua kali beruntun pada 1934 dan 1938. Mereka menuntut tuan rumah Piala Dunia dirotasi ke Amerika Selatan.
Piala Dunia 1950 FIFA di Brasil
India, Turki, dan Skotlandia mundur dari Piala Dunia 1950 meski sudah lolos atau memiliki hak untuk ikut. Alasannya, saat itu biaya perjalanan ke Brasil dianggap mahal, selain juga ada masalah internal federasi. India misalnya, saat itu mereka lebih memilih fokus ke Olimpiade.
Kualifikasi Piala Dunia 1958 Swedia
Indonesia, Mesir, dan Sudan menolak bermain melawan Israel pada babak kualifikasi Piala Dunia 1958. Di sisi lain, FIFA menolak opsi venue netral. Akibatnya ketiga negara tadi memilih mundur dari kualifikasi Piala Dunia 1958.
Piala Dunia 1966 di Inggris
Seluruh negara Afrika, tepatnya 15 anggota Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF), memboikot seluruh proses kualifikasi Piala Dunia 1966. Alasannya, FIFA hanya memberi satu slot gabungan untuk Afrika, Asia, dan Oseania.
Kebijakan ini dianggap tidak adil dan CAF menuntut slot khusus untuk benua Afrika. Boikot tersebut sukses, FIFA kemudian memberi jatah khusus untuk setiap benua mulai Piala Dunia 1970.
Kualifikasi Piala Dunia 1974 (Jerman Barat)
Uni Soviet (USSR) menolak untuk main leg kedua playoff melawan Chili di Santiago. Stadion Estadio Nacional saat itu baru saja dipakai sebagai tempat eksekusi tahanan selepas kudeta militer yang dipimpin Augusto Pinochet.
FIFA akhirnya mendiskualifikasi Uni Soviet, sehingga Chili lolos otomatis ke Piala Dunia 1974.
