Valverde adalah sesuatu yang lebih tua dari itu. Insting. Energi. Keberanian.
Statistik yang Menjadi Tamparan
Angka pertandingan sebenarnya cukup lucu jika dilihat dari sudut pandang City:
Penguasaan bola:
City 60%
Madrid 40%
Jumlah peluang bersih:
Madrid lebih banyak.
Gol:
Madrid tiga.
Semua gol berasal dari open play.
Tidak ada penalti.
Tidak ada keberuntungan.
Hanya kecepatan dan keberanian.
Dan di tengah semua itu berdiri satu pemain Uruguay yang tampaknya tidak pernah lelah berlari.
Lebih dari 300 Laga dan Terus Bertambah
Baca Juga:Real Madrid Hancurkan Manchester City 3-0 di Bernabéu, Hat-trick Valverde Bawa Los Blancos Menang TelakKrisis Cedera Real Madrid Jelang Duel Kontra Manchester City di Liga Champions
Sejak bergabung dengan Real Madrid, Valverde telah mencatatkan lebih dari 300 penampilan.
Selama periode itu ia ikut membantu Madrid meraih berbagai gelar:
2 Liga Champions
3 La Liga
2 FIFA Club World Cup
1 Copa del Rey
Ia juga pernah memenangkan Silver Ball Piala Dunia U-20 2017 dan beberapa penghargaan individu lainnya.
Namun menariknya, Valverde hampir tidak pernah terlihat mencari sorotan.
Ia hanya bermain.
Dan berlari.
Dan berlari lagi.
Malam Ketika Elang Terbang Terlalu Tinggi
Pertandingan melawan Manchester City mungkin akan dikenang sebagai salah satu malam terbaik dalam kariernya.
Hat-trick di Liga Champions.
Melawan salah satu tim terkuat dunia.
Di saat Madrid kehilangan banyak pemain inti.
Itu bukan sekadar kemenangan.
Itu adalah pesan.
Bahwa Real Madrid di Liga Champions selalu memiliki satu hal yang tidak dimiliki tim lain.
Karakter.
Dan malam itu, karakter itu memiliki wajah.
Federico Valverde.
Sang Elang dari Uruguay.
Dan bagi Manchester City, malam di Bernabéu itu mungkin terasa seperti pelajaran yang pahit:
Kadang sepak bola tidak dimenangkan oleh sistem.
Kadang dimenangkan oleh seorang pemain yang memutuskan untuk terbang lebih tinggi dari semua orang.
