Sudah 10 Orang! Daftar Kepala Daerah yang Tersandung OTT KPK di Era Presiden Prabowo

Bupati Ponorogo ditangkap KPK
KPK merilis OTT di Ponorogo yang didalamnya terdapat Bupati Foto: KPK
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Retret kepemimpinan, pelatihan integritas, hingga pidato tentang pelayanan publik tampaknya belum cukup ampuh membentengi sebagian kepala daerah dari godaan uang haram. Buktinya, satu per satu pejabat daerah masih saja tumbang oleh operasi senyap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam kurun waktu tidak sampai satu tahun, deretan kepala daerah ditangkap melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT). Sebuah pengingat keras bahwa jabatan publik sering kali berubah menjadi ladang transaksi bagi mereka yang lupa tujuan awalnya.

Berikut daftar kepala daerah yang terseret OTT KPK:

1. Abdul Azis – Bupati Kolaka Timur

Baru menjabat sejak Februari 2025, langkah Abdul Azis sudah tersandung operasi senyap KPK pada Agustus 2025. OTT digelar di tiga lokasi sekaligus: Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, dan Jakarta. Ironisnya, sebelum kabar penangkapan beredar luas, ia sempat menepis rumor tersebut dan mengaku siap menghadiri agenda partai. Realitas berkata lain.

2. Abdul Wahid – Gubernur Riau

Baca Juga:Breakingnews! KPK Ngegas! Setelah Bupati Rejang Lebong, kini Bupati Cilacap Dikabarkan Kena OTT !Ramadhan Diguncang OTT! KPK Tangkap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

Penangkapan terhadap gubernur ini terjadi di sebuah kafe. Dari operasi tersebut, KPK mengamankan sekitar Rp1,6 miliar dalam berbagai mata uang. Kasusnya berkaitan dengan jatah fee penambahan anggaran proyek di dinas pekerjaan umum.

3. Sugiri Sancoko – Bupati Ponorogo

Empat hari setelah OTT di Riau, KPK kembali bergerak. Kali ini giliran Sugiri Sancoko yang terseret dugaan suap pengisian jabatan Direktur RSUD serta proyek rumah sakit bernilai miliaran rupiah.

4. Ardito Wijaya – Bupati Lampung Tengah

Kasus pengadaan barang dan jasa menjadi pintu masuk penyidikan. KPK menduga Ardito menerima fee miliaran rupiah melalui perantara, termasuk anggota DPRD dan kerabatnya sendiri.

5. Ade Kuswara Kunang – Bupati Kabupaten Bekasi

Di wilayah industri terbesar di Indonesia ini, KPK membongkar praktik ijon proyek. Dugaan suap muncul dari komunikasi antara bupati dengan pihak swasta penyedia proyek pemerintah.

6. Maidi – Wali Kota Madiun

Awal 2026 dimulai dengan OTT terhadap Maidi. Ia diduga memeras dana CSR dari lembaga pendidikan kesehatan. Nilainya ratusan juta rupiah.

7. Sudewo – Bupati Pati

Kasusnya cukup unik. Dugaan pemerasan terkait pengisian perangkat desa dilakukan melalui jaringan yang disebut “Tim 8”, yang berperan mengoordinasi pungutan di tingkat kecamatan.

0 Komentar