Namun gol tersebut tidak cukup untuk membalikkan situasi. Fiorentina justru kembali menunjukkan ketajamannya pada menit ke-70 melalui Albert Gudmundsson. Pemain asal Islandia itu mencetak gol spektakuler dengan tendangan melengkung ke sudut kanan atas gawang. Audero hanya bisa terpaku melihat bola bersarang tanpa mampu menjangkaunya.
Gol itu sekaligus menjadi pukulan telak bagi Cremonese. Skor berubah menjadi 4-1 dan suasana stadion perlahan berubah muram.
Bagi Emil Audero, pertandingan ini terasa seperti malam yang ingin segera dilupakan. Empat gol bersarang di gawangnya, sementara lini pertahanan di depannya terlihat rapuh dan mudah ditembus. Kiper berusia 29 tahun itu sebenarnya beberapa kali melakukan penyelamatan, tetapi tekanan tanpa henti dari Fiorentina membuatnya akhirnya tak berdaya.
Baca Juga:HT : Lawan Fiorentina, Emil Audero Kebobolan Dua Gol Dibabak Pertama, Cremonese Masuk Zona Degradasi!Cremonese Vs Fiorentina: Ujian Berat Emil Audero, Selamatkan Cremonese dari Ancaman Degradasi
Situasi ini juga membawa konsekuensi besar bagi Cremonese. Kekalahan telak membuat mereka semakin terpuruk di papan bawah klasemen Serie A. Bahkan, bayang-bayang zona degradasi kini semakin nyata.
Jika tidak segera menemukan solusi, musim ini bisa berubah menjadi perjalanan penuh penderitaan bagi Cremonese dan malam seperti ini mungkin bukan yang terakhir.
