Apa Sajakah Larangan Saat Nyepi di Bali? Inilah Aturan yang Harus Dipatuhi

Nyepi Bali
Ilustrasi Umat Hindu menggelar persembahyangan (bali.jpnn.com)
0 Komentar

RADARCIREBON.TV- Hari Raya Nyepi bukan sekadar hari libur di Bali. Ini adalah peristiwa sakral yang dirayakan oleh orang Hindu sebagai cara untuk merenungkan diri sendiri dan membersihkan alam semesta.

Uniknya, saat Hari Raya Nyepi, seluruh Pulau Dewata benar-benar berhenti sejenak dari segala aktivitas. Tidak ada kendaraan yang melintas, toko-toko tutup, bahkan bandara internasional pun menghentikan operasionalnya selama 24 jam.

Bagi wisatawan yang sedang berlibur di Bali, penting untuk memahami aturan dan larangan yang berlaku selama Nyepi. Tujuannya supaya tidak menimbulkan ketidaknyamanan, baik bagi diri sendiri maupun masyarakat setempat.

Baca Juga:Redmi Pad 2 4G Resmi Rilis: Tablet Pertama Redmi yang Mendukung SIM Card!Google Pixel Next Level! 5 Fitur Baru Android 16 yang Prlu Kamu Ketahui

Jadi, sebelum memutuskan untuk menghabiskan waktu di Bali saat Nyepi, yuk, simak apa saja larangan yang wajib kamu patuhi!

Apa Saja Larangan Saat Nyepi di Bali?

1. Tidak boleh keluar rumah atau hotel

Selama Nyepi, seluruh masyarakat, termasuk turis, tidak diperbolehkan keluar rumah atau hotel. Bahkan, akses ke jalan-jalan utama akan ditutup dan dijaga pecalang atau petugas keamanan adat Bali. Hal ini dilakukan untuk menciptakan suasana yang benar-benar sunyi dan penuh perenungan.

2. Tidak boleh menyalakan lampu atau api

Saat Nyepi, umat Hindu di Bali melakukan Catur Brata Penyepian yang salah satunya adalah Amati Geni, yakni larangan menyalakan api, termasuk lampu dan alat elektronik yang menghasilkan cahaya. Saat malam hari, suasana di Bali akan sangat gelap, karena hampir semua penerangan dimatikan.

3. Tidak boleh bekerja atau beraktivitas

Selain tidak boleh keluar rumah, dilarang bekerja atau melakukan aktivitas fisik selama Nyepi. Ini sejalan dengan konsep Amati Karya, yakni menghentikan segala bentuk pekerjaan, agar bisa lebih fokus pada perenungan diri.

4. Tidak boleh menghidupkan hiburan

Amati Lelungan dan Amati Lelanguan merupakan dua konsep penting lainnya dalam Nyepi. Amati Lelanguan berarti tidak boleh bersenang-senang, seperti mendengarkan musik, menonton TV, atau bermain gadget dengan suara keras. Oleh karena itu, banyak hotel yang mengingatkan tamunya untuk tidak menggunakan perangkat elektronik dengan volume tinggi.

5. Tidak boleh berisik atau mengganggu ketentraman

Hari Nyepi adalah saat untuk refleksi dan meditasi, sehingga kebisingan sangat dihindari. Bagi wisatawan yang menginap di hotel, disarankan untuk berbicara dengan suara pelan dan menghindari aktivitas yang bisa menimbulkan suara keras, agar tidak mengganggu ketenangan lingkungan sekitar.

0 Komentar