RADARCIREBON.TV – Pelatih Paris Saint-Germain (PSG), Luis Enrique, mengaku merasa sangat puas usai tim yang diasuhnya tampil impresif ketika berhasil melibas Chelsea di Liga Champions, Rabu (18/3/2026) dini hari WIB.
Kemenangan telak 3-0 pada pertandingan kedua babak 16 besar memastikan PSG berhasil melangkah ke perempat final dengan agregat telak 8-2.
Pelatih asal Spanyol tersebut menilai ketajaman lini depan memang menjadi kunci utama kesuksesan timnya mempermalukan Chelsea.
Baca Juga:Daftar Klub Lolos ke Perempat Final Liga Champions 2025/2026, Ada Tim Favoritmu?Inter Milan Siap Lepas Alessandro Bastoni, Barcelona dan Liverpool Saling Berebut
Dia juga menyoroti dua gol cepat pada awal laga sebagai momen penentu melangkah ke partai berikutnya.
“Kami sangat presisi. Kami mencetak dua gol pertama dengan sangat cepat dan itu menjadi kunci pertandingan,” kata Luis Enrique.
PSG sejatinya langsung tancap gas sejak awal permainan. Dua gol dalam 14 menit pertama melalui aksi Khvicha Kvaratskhelia dan Bradley Barcola membuat Chelsea sangat susah mengejar ketertinggalannya. Dominasi itu kemudian semakin disempurnakan oleh gol dari Senny Mayulu di menit ke-62.
Menurut Luis Enrique, performa itu kembali menunjukkan fleksibilitas permainan PSG yang sebenarnya.
“Saya pikir hari ini kami sekali lagi menunjukkan bahwa kami benar-benar tim yang bisa bermain dengan berbagai cara dan selalu sulit ditebak oleh lawan,” jelasnya.
Dia juga mengaku sedikit syok dengan kemenangan besar yang diraih saat itu.
“Tentu saja saya bangga karena Anda tidak mengharapkan hasil seperti itu,” sambungnya.
Baca Juga:Real Madrid Hadapi Manchester City, Arbeloa Optimis Kubur Perjalanan Manchester City di Liga Champions 2026Malaysia Tumbang, Timnas Vietnam Jadi Ancaman Baru untuk Timnas Indonesia di Piala Asia 2027
Sementara itu, pelatih Chelsea, Liam Rosenior, tak membantah terhadap keunggulan lawannya. Dia juga tak segan melontarkan pujian pada efektivitas PSG yang dinilai tampil klinis pada dua leg.
“Mereka sangat klinis di kedua pertandingan, bahkan dengan tembakan dari luar kotak penalti. Itulah level yang harus kami capai,” katanya.
Liam Rosenior juga menyoroti kesalahan mendasar yang memang merugikan timnya. Menurutnya, gol sulung dari PSG, berawal dari kesalahan bek Mamadou Sarr, yang disebutnya kerap terjadi pada beberapa pertandingan terakhir, khususkan blunder kiper Filip Jorgensen pada pertemuan di Paris.
Kendati demikian, Liam Rosenior tetap optimistis timnya mampu bangkit dan meninggalkan tren negatif.
“Kami bisa sampai ke level itu tanpa kesalahan individu seperti yang sedang kami lakukan saat ini,” imbuhnya.
