Ribuan Warga Muhammadiyah Indramayu Gelar Salat Ied

Warga Muhammadiyah Indramayu
Warga Muhammadiyah Indramayu melaksanakan Salat Ied. Foto : Oni/radarcirebon.tv
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Pagi itu, Jumat 20 Maret 2026, suasana Indramayu terasa berbeda. Saat sebagian umat Muslim masih menunggu besok, ribuan warga Muhammadiyah justru telah lebih dulu menjemput hari kemenangan.

Di tengah langit yang masih menyisakan sejuk subuh, gema takbir berkumandang, mengalun syahdu, menyatukan langkah-langkah kaki menuju lapangan-lapangan salat.

Di halaman GOR Tridaya Indramayu, lautan manusia m mulai memadati area sejak pukul 05.30 WIB. Tak ada sekat, tak ada jarak.

Baca Juga:Lebaran Jumat Gagal, Pemerintah Putuskan 1 Syawal Hari Sabtu 21 Maret 2026Pemerintah Masih Sidang Isbat, Jemaah Asy-Syahadatain di Indramayu Sudah Rayakan Idulfitri 1447 H Lebih Awal

Yang ada hanya wajah-wajah penuh sukacita, anak-anak, orang tua, hingga lansia semuanya datang dengan satu tujuan: merayakan Idulfitri dengan khusyuk.

Tepat pukul 07.00 WIB, salat Id dimulai. Barisan saf tersusun rapi, takbir bergema, dan keheningan pun menyelimuti ribuan jemaah yang larut dalam ibadah. Di momen itu, perbedaan metode penentuan hari raya seakan luruh. Yang tersisa hanyalah kekhidmatan dan rasa syukur.

Sekretaris PCM Kecamatan Indramayu, Samsidar Rachman, menyebutkan bahwa jumlah jemaah tahun ini meningkat signifikan. Sekitar 1.500 warga dari Kecamatan Indramayu dan Sindang memadati GOR Tridaya.

“Alhamdulillah, tahun ini lebih banyak dari sebelumnya. Ini juga hasil kolaborasi yang baik antara PCM Indramayu dan Sindang,” ujarnya.

Namun, yang menarik bukan sekadar angka. Lebih dari itu, suasana yang tercipta mencerminkan kedewasaan dalam menyikapi perbedaan. Di tengah potensi perbedaan hari raya yang kerap menjadi perbincangan nasional, warga Muhammadiyah Indramayu justru menunjukkan wajah Islam yang tenang, terbuka, dan penuh penghormatan.

Pelaksanaan salat Id ini sendiri merujuk pada maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Keputusan itu dijalankan dengan tertib, tanpa hiruk pikuk, tanpa gesekan.

Majelis Tabligh PDM Indramayu, Wakhid, menjelaskan bahwa pelaksanaan salat Id tidak hanya terpusat di satu lokasi. Total ada 10 titik yang tersebar di 7 kecamatan, dengan rata-rata diikuti sekitar 1.000 jemaah di setiap titik.

Baca Juga:Berita Duka! Orang Terkaya di Indonesia, Pemilik Klub Como 1907, Owner Djarum Meninggal DuniaPohon Beringin Tua di Rumdin Wali Kota Cirebon Tumbang Jelang Lebaran, Tanda-tanda Apa?

“GOR Tridaya menjadi pusat untuk wilayah kota, sementara titik lainnya tersebar di berbagai kecamatan seperti Juntinyuat, Karangampel, Patrol, Haurgeulis, Kandanghaur, hingga Jatibarang,” jelasnya.

Di Juntinyuat, salat Id digelar di tiga lokasi sekaligus: SMK Muhammadiyah Segeran Kidul, SMP Muhammadiyah Segeran, dan TK ABA Juntikebon. Sementara di Karangampel, warga memadati lapangan sepak bola Desa Benda. Di Patrol, Masjid Al-Jihad Patrol Lor menjadi pusat ibadah. Begitu pula di kecamatan lain, masing-masing memiliki titik yang menjadi magnet kebersamaan.

0 Komentar