Ia juga meminta masyarakat untuk memahami kondisi tersebut agar tidak terjadi kesalahpahaman terhadap kebijakan pemerintah desa.
Lebih jauh, Lili menegaskan bahwa keberlangsungan roda pemerintahan desa tidak lepas dari peran aktif seluruh lembaga yang ada. Tanpa mereka, pelayanan kepada masyarakat tidak akan berjalan optimal.
“Kita ini satu kesatuan. Kuwu bisa berjalan karena dukungan lembaga di bawah. Jadi bagaimanapun caranya, honor itu harus tetap diberikan,” pungkasnya.
Baca Juga:Kuwu Dituntut Adaptif Sikapi Anjloknya Transfer Dana Desa – VideoTidak Ada Pemotongan Dana Desa – Video
Langkah nekat namun penuh empati ini menjadi bukti bahwa kepemimpinan di tingkat desa masih memiliki sisi humanis. Di tengah birokrasi yang kerap lambat, keputusan cepat seperti ini justru menjadi harapan bagi masyarakat.
