RADARCIREBON.TV – Gennaro Gattuso mengaku belum ingin membicarakan masa depannya setelah gagal membawa Timnas Italia lolos ke Piala Dunia 2026. Baginya, fokus utama saat ini adalah rasa kecewa mendalam atas kegagalan yang kembali dialami oleh Gli Azzurri di panggung internasional.
Italia harus menerima kenyataan pahit usai kalah dari Timnas Bosnia Herzegovina dalam laga final playoff. Pertandingan berlangsung sengit dan berakhir imbang 1-1 hingga 120 menit. Namun, Italia akhirnya takluk dengan skor 1-4 dalam drama adu penalti. Situasi semakin sulit karena Italia harus bermain dengan 10 orang sejak akhir babak pertama, yang berdampak besar terhadap performa tim.
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Italia. Untuk ketiga kalinya secara beruntun, negara dengan empat gelar juara dunia tersebut gagal lolos ke putaran final Piala Dunia, setelah sebelumnya juga absen pada edisi 2018 dan 2022. Catatan buruk ini tentu menimbulkan kekhawatiran besar terhadap masa depan sepak bola Italia.
Baca Juga:Daftar Peserta Lengkap 24 Negara Piala Dunia 2027: Singapura Melaju, Malaysia AbsenItalia Gagal Lagi ke Piala Dunia 2026: Update Daftar Lengkap Negara yang Sudah Lolos
Sebagai pelatih, Gattuso menjadi sosok yang paling disorot. Ia ditunjuk menggantikan Luciano Spalletti dengan misi besar mengembalikan kejayaan Italia di level dunia. Namun, hasil yang didapat justru jauh dari harapan, sehingga memunculkan spekulasi terkait kelanjutan kariernya bersama timnas.
Meski berada dalam tekanan besar, Gattuso menegaskan bahwa dirinya tidak ingin membahas masa depan dalam situasi seperti ini. Ia mengaku sangat terpukul melihat perjuangan para pemain yang sudah bekerja keras selama berbulan-bulan, namun tidak mendapatkan hasil yang diharapkan.
“Saya tidak tertarik sama sekali membicarakan masa depan saya hari ini. Ini sangat menyakitkan,” ujar Gattuso. Ia menilai timnya sebenarnya pantas mendapatkan hasil yang lebih baik atas usaha yang telah dilakukan sepanjang proses kualifikasi.
Lebih lanjut, Gattuso menegaskan bahwa perhatian publik seharusnya tertuju pada kondisi timnas Italia secara keseluruhan, bukan pada dirinya secara pribadi. Ia menyebut kegagalan ini sebagai pukulan besar yang tidak seharusnya kembali terjadi.
“Kita harusnya membicarakan soal Italia, soal timnas. Ini pukulan telak yang tidak seharusnya kami terima lagi. Kami pantas mendapatkan lebih, dan itulah mengapa masa depan saya tidak penting,” tegasnya.
